"Rumah saya di radius KM 22, sudah siap-siap evakuasi ke rumah dinas UGM (Universitas Gadjah Mada)," ujarnya melalui pesan singkat kepada detikFinance, Senin (8/11/2010).
Dalam upaya penyelamatan diri tersebut, Anggito dan keluarga masih menyempatkan diri menjadi relawan untuk membantu para pengungsi lain. Pasalnya, aktivitasnya sebagai tim pengajar di UGM untuk sementara diliburkan hingga aktivitas Gunung Merapi mulai reda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anggito, saat ini yang sangat dibutuhkan para pengungsi adalah air, toilet, makanan, dan perlengkapan bayi.
"Saya sudah mengunjungi pengungsi di UGM, yang paling dibutuhkan adalah air dan toilet. Sementara kebutuhan mendesak adalah makanan dan perlengkapan bayi serta sembako," ungkapnya.
Untuk itu, Anggito turut menggalang dana untuk disalurkan kepada korban bencana. Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada
para kerabatnya.
"Bp/Ibu yth kami bersedia menampung sumbangan unt para pengungsi melalui rekening istri, Edharmayati Latief, BCA Sudirmam Yogyakarta 037 175 9696. Kami akan manfaatkan bantuan sesuai dg kebutuhan urgen pengungsi di beberapa kampus, yakni susu bayi, makanan bayi, perlengkapan bayi danย sembako. Sy dan kel juga akan mengungsi di dekat lokasi untuk menjadi relawan. Terima kasih dan mudah-mudahan bantuan dr bp/ ibu sekalian menjadi amalan yang tak ternilai, wass AA," ujarnya melalui pesan singkat tersebut.
(nia/qom)











































