Merasa 'Tersiksa', Kepala BPS Ingin Jabatan Ketua ESCAP Segera Berakhir

Merasa 'Tersiksa', Kepala BPS Ingin Jabatan Ketua ESCAP Segera Berakhir

- detikFinance
Senin, 15 Nov 2010 06:58 WIB
Merasa Tersiksa, Kepala BPS Ingin Jabatan Ketua ESCAP Segera Berakhir
Bandung - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan ingin segera mengakhiri jabatannya sebagai ketua komite sekaligus sebagai Ketua Biro Statistik Economic and Social Commision for Asia and the Pasific (ESCAP). Rusman menilai dirinya terlalu lelah menjabat posisi penting dibidang statistik Internasional ini karena terlalu luas cakupan wilayahnya.

"Mudah-mudahan nggak berlangsung lama, karena ini penyiksaan juga. Regional Asia Pasifik ini yang terbesar, mulai dari Turki, Arab, Rusia, Korea, Jepang sampai Fiji. Apalagi agenda BPS cukup padat," ujar Rusman dalam Media Workshop BPS 2010 di Hotel Golden Flower, Jalan Asia-Afrika,Β  Bandung, Minggu (14/11/2010).

Menurut Rusman, selain cakupan yang luas tersebut dirinya masih fokus terhadap institusinya dalam negeri yakni BPS. Apalagi menurut Rusman BPS mempunyai banyak agenda di 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak mudah perkerjaanya di ESCAP, apalagi pemilihannya sulit seperti pemilihan presiden," tuturnya.

Rusman dipilih oleh 62 kepala kantor statistik negara-negara Asia dan Pasifik,termasuk Rusia, Australia, dan Turki, untuk masa kepengurusan selama 2 tahun. Terpilihnya Rusman merupakan kepercayaan sekaligus pengakuan akan kredibilitas BPS Indonesia. Rusman akan memimpin komite yang pengurusnya berasal dari negara-negara besar seperti China, Kazakhstan, Australia, dan India.

Sebagai informasi, dalam sidang ESCAP pada 4-6 Februari 2009 di Thailand, salah satu agendanya adalah menetapkan suatu Biro untuk membantu Komite Statistik Asia-Pasifik. Sidang tersebut kemudian memilih ketua komite sekaligus sebagai Ketua Biro Statistik ESCAP, yaitu Kepala BPS Indonesia, Rusman Heriawan.

Rusman mengaku ingin fokus bekerja untuk BPS dengan mengusung reformasi lembaga statistik tersebut. Ia bercita-cita membongkar habis proses kinerja secara fundamental.

"Sehingga kedepan, semua dapat terukur dan dalam penyajian data bisa lebih cepat disampaikan ke masyarakat," tuturnya.

Rusman juga mengungkapkan perbaikan infrastruktur kedepan akan lebih didorong lagi sehingga BPS bisa terus menjadi lembaga yang terpercaya dan terdepan dalam statistik.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads