"Saya siap jadi salesman, saya siap promosikan," kata Hidayat seraya menunjuk sebuah produk tas kulit ular yang tembus pasar Jepang di Pameran Industri Aneka Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (23/11/2010).
Hidayat mengatakan industri aneka seperti produk alas kaki, tas, sepatu, alat olah raga, alat musik, alat tulis, industri mainan merupakan industri yang
memiliki penciptaan nilai tambah yang tinggi di dalam negeri. Persaingan produk industri aneka Indonesia di pasar regional cukup diperhitungkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menuturkan kekagumannya terhadap prestasi yang dicapai oleh produk bola asal Majalengka merek triple S. Sebanyak 90% produksi bola Majelangka telah dijual ke Brazil, Afrika, Timur Tengah bahkan ajang Piala Dunia.
Bahkan Hidayat juga merasa tercengangΒ dengan prestasi dari PTΒ Genta Trikarya asal Ujung Berung Bandung yang telah berhasil menciptakan gitar akustik dan elektrik yang sudah menembus pasar AS dan Inggris.
"Saya bukan promosikan Bandung tapi kenyataannya dari Bandung lagi," katanya.
Hidayat mengakui ada beberapa sektor industri aneka yang masih kalah bersaing dengan produk impor yaitu produk mainan (toys). Produk mainan Indonesia kalah bersaing dari sisi harga dengan produk mainan China sehingga sulit bersaing di dalam negeri apalagi pasar ekspor.
Pameran produk industri Aneka berlangsung mulai tanggak 23-26 November 2010 yang di Plaza Kementerian Perindustrian Jl Gatot Soebroto Jakarta. Pameran ini setidaknya diikuti oleh 33 perusahaan dari bidang industri musik, barang kulit, alas kaki, olah raga, alat tulis dan mainan.
(hen/qom)











































