Curahan hati James ini, disampaikan usai Seminar Market Outlook 2011 'Prospects, Challenges & Solutions' di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Kamis (25/11/2011).
"Sejak 1990 saya bertobat. Hidup bukan sekedar bekerja tapi hidup yang utuh harus belajar membagi waktu dan pendewasaan," ujar James.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia 53 tahun itu pun menata hidupnya dengan lebih seimbang. Ia menyatakan, prinsip hidup barunya adalah bukan hanya sekedar bekerja.
"Saya sekarang hanya fokus di 5-10 keputusan yang paling penting dan membuat perbedaan," ucapnya.
Mengenai arah grup Lippo di masa yang akan datang, James mengaku Lippo siap merangsek ke sektor jasa dengan lebih laju. Pasalnya, sektor ini memberikan nilai tambah paling besar dibandingkan lainnya.
Selain jasa, sektor teknologi juga menjadi bidikan James dan tidak lupa pengembangan Indonesia Timur. Namun sayang, saat disinggung kesiapan perseroan dalam partisipasi Food Estate, James tidak menjelaskan secara rinci.
"Food Estate itu bagus," tegas Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Tenaga Kerja, Pendidikan dan Kesehatan itu.
Ditemui ditempat terpisah, James mengaku punya keinginan untuk bisa mengembangkan sektor pendidikan dan kesehatan berskala internasional namun bertarif lokal atau bisa dijangkau masyarakat luas. Hal ini bagian dari upayanya melakukan transformasi sosial dibidang kesehatan, pendidikan dan berorientasi daerah.
"Untuk itu harus ada investasi yang besar-besaran dalam bidang kesehatan dan pendidikan," kata James disela-sela acara Kadin Hotel Kempinski, Jakarta.
James menuturkan ia akan terus mengembangkan sektor jasa secara luas terutama untuk wilayah timur. Ia berharap prosentasi masyarakat Indonesia yang bisa mengenyam pendidikan tinggi bisa meningkat dari 2% menjadi 10% selama 5 tahun kedepan.
"Jadi harus meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan yang bisa terjangkau," terangnya.
(hen/qom)











































