Sebagai langkah awalnya berkiprah selaku Dirjen Pajak, Fuad mengaku akan memperbaiki sistem guna menutup celah yang bisa dimanfaatkan pegawai pajak untuk bertindak seperti yang telah dilakukan mantan pegawai pajak Gayus Tambunan.
"Terutama yang kayak Gayus-Gayus ini, sistemnya diperbaiki supaya nggak bisa bergaya. Menutup kelemahan sistem yang menyebabkan orang seperti Gayus bisa berjaya, kelemahan-kelemahan sistem, prosedur supaya bisa kita tutup," tegasnya saat dihubungi detikFinance, Senin (24/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan fokus pada potensi pajak, SPT bisa dikembangkan supaya meraup penerimaan pajak lebih tinggi. Saya lebih cenderung untuk membuka wajib pajak-wajib pajak baru yang belum patuh, yang belum bayar pajak untuk kita minta segera bayar pajak. Kan pajak itu harus adil, semua warga negara wajib bayar pajak," pungkasnya.
Fuad dilantik Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjadi Dirjen Pajak pada Jumat lalu. Dirinya menggantikan Mochammad Tjiptardjo yang akan memasuki masa pensiun pada Mei mendatang.
Fuad sebelumnya adalah Ketua Bapepam-LK yang sudah menjabat sejak tahun 2006. Fuad sebelumnya juga pernah menduduki posisi Deputy for Budgeting and Accountancy pada Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias, dan Direktur Pengelolaan Surat Utang negara dan Kepala Pusat Manajemen Obligasi Negara (PMON).
Pria berkacamata ini merupakan jebolan FE Universitas Indonesia pada tahun 1981. Ia mendapatkan Master of Art dari Duke University, Durham, North Carolina, USA (1987) dan Doktor di bidang ilmu ekonomi dari Depertment of Economics, Vanderbilt University, Tennesee, USA (1997) dengan bidang spesialisasi pada International Economics/Finance and Development Economics.
(nia/qom)











































