"Pada tahun 2006 Garuda nggak ada nilainya. Utangnya besar, setelah kita di Garuda tahun 2008, kita melakukan perombakan dan perbaikan sehigga meraih laba Rp 600 M. Ini berkat kerja keras kita semua," jelas Emirsyah disela-sela pemberian penghargaan.
Penyerahan penghargaan itu diserahkan langsung oleh Chief Executive Orient Aviation, Barry Grindrod di Hotel Island Shangri-la, Supreme Court Road, Central, Hong Kong, Minggu (15/2/2011). Acara tersebut dihadiri oleh Dirjen Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Giovani Bisignani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emir menyatakan optimismenya dalam memimpin perusahaan penerbangan berbintang empat itu. Tahun 2013, Emir menargetkan Garuda menjadi perusahaan aviasi bintang 5.
"Peluang untuk jadi bintang lima semakin terbuka¸karena yang penting perusahaan kita transparan," katanya.
Hingga saat ini, maskapai penerbangan yang sudah bintang lima yakni Singapore Airlines, Etihad, Qatar Airways, King Fisher, Cathay Pasific dan Malaysian Airlines.
Sebagai perusahaan yang sudah Go Public, Emir tidak khawatir sahamnya akan anjlok. Yang terpenting, kata dia, target-target yang sudah terencana dapat terlaksana.
"Saham itu tergantung pasar. Saya yakin pasarnya tinggi, tapi kita tidak bisa lawan kekuatan pasar," katanya.
Sementara itu, Giovani menyatakan, perkembangan industri penerbangan di tahun 2015 sangat potensial. Perombakan sistem dan manajemen dalam dunia aviasi, menurutnya sangat penting untuk mengembangkan bisnis transportasi udara tersebut.
"Prospek penerbangan dunia itu sangat potensial. Namun demikian, untuk menghadapi masa depan industri tersebut, semua yang terkait industri penerbangan harus berubah. Namun pemerintah kurang mengerti," kata Giovani seusai acara.
Ia menyatakan, Garuda memiliki peran penting dalam industri penerbangan. Ia yakin, Garuda akan terus melakukan transformasi yang berarti di tahun-tahun yang akan datang.
"Dengan keberhasilan Garuda melakukan berbagai transformasi dan baru-baru ini melakukan IPO, Garuda akan mempunyai peran yang sangat penting dalam industri penerbangan ke depan. Bahkan, dalam pertemuan tahunan IATA di Berlin yang baru lalu, Garuda telah terpilih sebagai Board of Governor IATA," tutup Giovani.
(mei/qom)











































