Sering Bagi Angpao, Zulkifli Ngaku Lebih Ngetop dari Bakrie

Sering Bagi Angpao, Zulkifli Ngaku Lebih Ngetop dari Bakrie

- detikFinance
Jumat, 18 Feb 2011 18:50 WIB
Sering Bagi Angpao, Zulkifli Ngaku Lebih Ngetop dari Bakrie
Jakarta - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengaku selalu bagi-bagi angpao untuk masyarakat di kampung halamannya, Lampung. Tak tanggung-tanggung setiap tahun, Zulkifli harus merogoh koceknya hingga Rp 3 miliar.

Walhasil, Zulkifli mengklaim ia lebih ngetop dari salah satu orang terkaya di Indonesia yaitu Aburizal Bakrie yang juga asal Lampung.

Kebiasaan ini ia sudah lakukan sejak 1987. Setidaknya setiap orang yang kecipratan angpaonya bisa mendapat Rp 50.000 per angpao.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Lampung itu lebih terkenal saya dari Aburizal Bakrie, kalau ditanya masyarakat, siapa menteri dari Lampung, pasti saya," katanya di acara kunjungan ke Persemaian Permanen di Cimanggis, Depok, Jumat (18/2/2011).

Ia menuturkan selama ini Lampung telah menghasilkan banyak menteri, selain dirinya ada juga Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mantan Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri ESDM Darwin Saleh, dan lain-lain.

Sebagai orang Lampung, Zulkifli yang memulai karirnya sebagai pengusaha dan politisi, mengatakan tak seketika meraih apa yang ia dapat sekarang. Kisah suksesnya setidaknya ia mulai dari sekolah PGA (pendidikan guru agama) di Lampung.

Namun ada kisah yang menarik, saat ia bersekolah di PGA yang akhirnya mengubah hidupnya. Zulkifli memutuskan untuk hijrah ke SMA dari pada meneruskan di PGA.

"Saya pindah ke SMA, setelah 3 bulan pindah, ayah saya satu, beliau marah besar atau murka. Bapak saya ingin anaknya seperti Buya Hamka," katanya.

Bermaksud untuk tak melawan ayahnya, akhirnya sesuai saran ibundanya ia memutuskan merantau ke Jakarta sambil melanjutkan sekolah di Jakarta. Ibunya pun rela menjual emas giwang untuk biaya sekolahnya di Jakarta.

"Waktu itu saya berangkat ke Jakarta, saya belum pernah ke Jakarta. Butuh 12 jam ke Jakarta," katanya.

Sebagai perantau, Zulkifli mengaku pintar-pintar dalam bergaul termasuk tak ikut-ikutan dalam urusan gaya anak muda pada masa itu seperti tawuran, minuman keras, dan lain-lain.

Ia mampu membuktikan sebagai anak perantau dari sebuah kampung di Lampung membuktikan bisa berprestasi.

"Lulus SMA saya juara umum di SMA 14, sekarang SMA 53," kenangnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads