Hal ini disampaikan Gita di sela-sela forum berdiskusi 'Coping With Asia's Large Capital Inflows In A MultiiSpeed Global Economy' di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/3/2011).
"Sepatu ini bikin, di sepanjang jalan apa itu, Cibaduyut (Bandung)," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gita pun menduga, pengusaha sepatu yang bersedia membuat pesanannya merugi. "Iya, Rp 100 ribu. Mungkin rugi," canda pendiri Ancora ini.
Ia menambahkan industri sepatu telah berkembang, sepanjang tahun lalu nilai ekspornya mencapai US$ 2,6 miliar dengan jumlah 250 juta pasang sepatu. Diharapkan, tahun ini nilai ekspor bisa meningkat hingga US$3,2 miliar. Ini setara dengan 400 juta pasang sepatu.
Gita berharap industri sepatu dapat semakin berkembang hingga bisa menjadi pengekspor sepatu terbesar di dunia.
"Sekarang 400 juta pasang. Kita ingin tingkatkan posisi tiga besar. Nomor satu tetap Cina, kemudian Vietnam. Itu sepatu Nike, dibuat di Tangerang," imbuhnya.
(wep/hen)










































