Jonan mengaku dirinya sengaja memakai batik lengan pendek karena pekerjaannya mengatur lalu lintas mode transportasi masal 'ekstra hemat'. Dengan Rp 1.000, masyarakat Indonesia bisa menikmati kereta ekonomi dari Jakarta hingga Tangerang.
"Makanya saya pakai lengan pendek, tidak seperti Garuda dan Merpati pakai lengan panjang," katanya dalam RDP bersama Deputi bidang Infrastruktur & Logistik Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR, bersama manajemen Garuda dan Merpati di Jakarta, Rabu (16/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking murahnya, Jonan mengibaratkan masyarakat bisa naik kereta api ekonomi cukup dengan 2 cabai. "Yang punya 2 lombok (cabai), naik kereta. Kami juga akan hapuskan KRL non AC," candanya.
Ia juga mengakui, masih ada keterlambatan keberangkatan kereta api yang dioperasikan perseroan. Namun ini masih bisa ditelerir, karena rata-rata keterlambatan hanya 1 1/2 menit.
"Untuk kereta barang, rata-rata terlambat 50 menit. Karena ini juga dari si pemilik barang. Lagi pula, kereta angkutan penumpang lebih didahulukan," ucapnya.
"Pada angkutan kereta api barang, cargo khususnya ke daerah Jawa kan sudah pakai BBM industri. Kalau truk masih bisa pakai BBM subsidi," imbuh Jonan.
(wep/qom)











































