Demo itu terus terusan terjadi setelah Kementerian Keuangan selaku wakil dari pemerintah pusat menandatangani akta jual beli saham tersebut dengan Newmont pada Jumat (6/5/2011).
Alhasil, kantor Agus Marto yang terletak di Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat itupun menjadi sasaran para pendemo selama 3 hari ini. Mereka tidak segan melemparkan telur dan membakar atribut-atribut demo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya itu orangnya, terus terang saja ya, saya itu mikir yang lain, nggak mikir ini. Ya ada urusan yang lain kan banyak, dan itu dalam kehidupan kita harus putusin, jadi nggak.. nggak terganggu (demo)," tegasnya ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (11/5/2011).
Dia mengharapkan para pihak yang tidak menyetujui pembelian saham Newmont oleh pemerintah pusat bisa mengerti tujuan pemerintah pusat dalam membeli saham tersebut.
"Saya sangat mengharapkan pihak-pihak yang mungkin ingin menyuarakan hal yang lain itu dapat memahami, ini sudah menjadi aset negara," tegasnya.
Menanggapi salah satu atribut pendemo yang menyatakan dirinya merupakan antek Amerika dengan menyandingkan fotonya dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Agus Marto tegaskan dirinya adalah nasionalis.
"Wah, 100 persen tidak benar, ini nasionalis," pungkas mantan Dirut Bank Mandiri itu.
(nia/qom)











































