Demikian hal itu ia sampaikan dalam acara persiapan Shell Eco-marathon 2011 di Senayan, Jakarta, Sabtu (14/5/2011).
"Ini saya ada sedikit rahasia. Waktu kecil kira-kira SMP, cita-cita saya ingin jadi insinyur. Tapi tidak kesampaian, karena matematika saya belum sampai tingkat standarnya. Jadi saya seperti ini. Tapi saya selalu merasa bangga kalau ada prestasi-persatasi atau hasil dari insinyur," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hati saya selalu berbunga-bunga ketika melihat ada orang yang berprestasi, ternyata masa depan Indonesia ada di generasi muda. Ini adalah penentu masa depan kita," ujarnya.
Salah satu mobil buatan anak bangsa yang akan dibawa ke ajang kompetisi Asia itu adalah mobil bernama Sapu Angin buatan Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Boediono pun mengapresiasi dan memuji hasil karya buatan dalam negeri tersebut.
"Ini (Sapu Angin) katanya satu liter bisa sampe ratusan kilometer. Mudah-mudahan, kalau dikutak-kutik lagi bisa lebih lagi. Saya juga bisa merasakan kalo kerja di tim dan dibimbing oleh pemimpin yang menginspirasi itu akan semakin kuat. dalam satu tahun ini adik-adik belajar teamwork, teamwork itu harus karena penting," tambahnya.
(ang/ang)











































