Preskom Pukuafu Jusuf Merukh Meninggal Dunia

Preskom Pukuafu Jusuf Merukh Meninggal Dunia

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2011 16:36 WIB
Preskom Pukuafu Jusuf Merukh Meninggal Dunia
Jakarta -

Pemilik Merukh Enterprises sekaligus Presiden Komisaris Pukuafu Indah Jusuf Merukh meninggal dunia pada Rabu malam (22/6/2011). Belum dipastikan apa penyebab meninggalnya Jusuf Merukh.

"Bapak Jusuf Merukh telah berpulang ke pangkuan Bapa Yang Maha Kuasa pada Rabu (22/6/2011), sekitar pukul 19.24 WIB malam," kata Juru Bicara Keluarga Merukh Gustaaf YN Merukh dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Jasad Jusuf kini tengah disemayamkan di Rumah Duka Heaven Funneral Home Ruang KL dan MN Jl Gedong Panjang No 47 Pluit Jakarta Utara 14440. Almarhum akan dimakamkan di San Diego Hills, Jumat besok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasar informasi yang dihimpun detikFinance, Jusuf Merukh lahir 10 Juni 1936 di Pulau Rote Nusa Tenggara Timur. Pemilik 20% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ini dibesarkan di Ujungpandang. Jusuf adalah anak dari pasangan Yunus Merukh dan Esther Merukh.

Seluruh pendidikan dari SD sampai tingkat menengah Jusuf diselesaikan di Ujungpandang Makassar. Ia menyelesaikan studi S-1 di Texas Agricultural and Mechanical University, AS. Ia sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 1981 berdasarkan Pemilu 1973.

Merukh Enterprises adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertambangan mineral, batubara, dan panas bumi. Melalui Pukuafu Indah, Merukh Enterprises juga pemegang saham 20% tambang emas dan tembaga PT Newmont Nusa Tenggara.

Perseroan juga memiliki 100% saham tambang emas dan tembaga di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan tambang batubara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Merukh Enterprises membawahi beberapa perusahaan seperti PT. Pukuafu Indah (menguasai 20 persen saham di PT Newmont Nusa Tenggara yang beroperasi di Sumbawa Barat), PT Lebong Tandai mengusai 100 persen saham Avocet Mining Plc-Malaysia, Sabang Merauke Raya Air Charter (SMAC) dan Dirgantara Air Services (DAS) dengan kepemilikan 100%, PT Sumba Prima Iron dan lain-lain.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads