Pakar Marketing dan Manajemen Rhenald Kasali menilai rencana pensiun dini oleh Agus Marto bagi PNS terkait erat dengan tren kepemimpinan semua eksekutif saat ini.
"Saya menilai itu bukan mengulang apa yang terjadi di Bank Mandiri, itu dipegang oleh para eksekutif. Jika mesin organisasi yang tak dikerjakan dengan baik maka akan jadi free rider," katanya kepada detikFinance, Kamis malam (23/6/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus manusiawi karena, konsekuensinya ada unsur politik, mereka bisa membentuk serikat pekerja dengan didukung kekuatan politik. Kompensasi harus menarik dan dilakukan efektif jangan sampai yang keluar justru yang bagus-bagus," katanya.
Menurut Rhenald, tawaran pensiun dini merupakan rangkaian dari pola new public management yang mulai banyak diterapkan oleh negara lain. Ia mencontohkan Selandi Baru juga menerapkan hal semacam ini, dan contoh negara yang sangat sukses menerapkan ini adalah Negeri Jiran Singapura.
Rhenald mengakui pensiun dini akan berimbas pada pengeluaran tambahan dari biaya kompensasi yang harus dikeluarkan negara.
"Itu lebih menguntungkan dari pada memelihara orang-orang yang tak produktif," jelas Rhenald.
Sebelumnya Guru besar FE UI ini juga mengatakan gaya kepemimpinan Agus Marto sangat erat dengan resep pakar manajemen asal Amerika Serikat Jim Collins. Hal inilah yang telah membawa Agus sukses memoles Bank Mandiri menjadi bank terbesar di Tanah Air.
Ia menilai, Agus sangat lihai dalam memilih orang dan menempatkannya di tempat yang tepat. Pola kerjanya selalu mengedepan proses dan prosedur yang benar.
"Agus itu benar-benar pakai resepnya Jim Collins, mencari orang yang tepat lalu ditaruh dikursi yang tepat, lalu cari orang yang tidak tepat lalu ditawarkan pensiun dini oleh dia," kata Rhenald beberapa waktu lalu.
(hen/qom)











































