Graziano da Silva, Orang Latin Pertama Pimpin FAO

Graziano da Silva, Orang Latin Pertama Pimpin FAO

- detikFinance
Senin, 27 Jun 2011 10:40 WIB
Graziano da Silva, Orang Latin Pertama Pimpin FAO
Roma - Jose Graziano da Silva akhirnya terpilih menjadi Dirjen Food and Agriculture (FAO). Mantan menteri pangan Brasil tersebut menjadi orang Amerika Latin pertama yang memimpin badan PBB untuk urusan keamanan pangan.

Graziano sukses mengalahkan rival utamanya, mantan menteri luar negeri Spanyol Miguel Angel Moratinos, dengan voting 92 lawan 88. Calon dari Indonesia yakni Indroyono Soesilo juga sudah kalah di babak awal.

Sekretaris Menteri Perekonomian Kesejahteraan Rakyat yang menawarkan konsep 'BLT Pangan' untuk menjadi Dirjen FAO itu mundur setelah kalah suara di putaran pertama. Pada putaran pertama, wakil dari Brasil menduduki posisi teratas dengan 77 suara, disusul Spanyol dengan 72 suara, Indonesia 12 suara, Austria 10 suara, Irak 6 suara dan terakhir Iran 2 suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bukan lagi kandidat Brasil. Selama 1 tahun, saya telah belajar bahwa kita harus berjalan bersama mencapai konsensus dan mencapai tujuan kita," ujar Graziano dalam pernyataannya yang emosional seperti dikutip dari AFP, Senin (27/6/2011).

Pemilihan Dirjen FAO memang menjadi sorotan menyusul kekhawatiran masalah kelaparan dan mahalnya harga pangan dunia. Usaha Graziano untuk menangani kelaparan di negaranya telah memenangkan voting dari berbagai dunia.

Graziano, profesor berusia 61 tahun telah menghabiskan karirnya untuk mengatasi kelaparan, meningkatkan kewaspadaan dan mendesak perubahan kebijakan sektor publik dan swasta di negaranya dan juga dunia. Sejak tahun 2006, ia merupakan asisten kepala dan perwakilan regional untuk Amerika Latin dan Karibia.

Di FAO, Graziano memainkan peran kuci untuk "Hunger-Free Latin America and the Caribbean Initiative" yang melihat kawasan tersebut sebagai wilayah pertama di dunia yang berkomitmen untuk menghabisi kelaparan pada tahun 2025.

Namun Graziano sangat berperan dalam mendesain dan mengimplementasikan "Zero Hunger" di Brasil, yang membantu mengangkat 24 juta rakyat dari kemiskinan ekstrem, dan itulah yang membuatnya terkenal di kancah internasional.

Graziano akan menggantikan Jacques Diouf yang sudah memegang jabatan tersebut selama 17 tahun. Diouf yang akan pensiun pada akhir tahun ini, selama in dikritik karena membuat FAO terlalu terpusat dan sangat tidak efieisn.

"Kita butuh FAO yang kuat dan efektif, sekarang melebihi kapan pun," ujar Graziano.
(qom/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads