Merasa Terancam, Gubernur Bank Sentral Afghanistan 'Kabur' ke AS

Merasa Terancam, Gubernur Bank Sentral Afghanistan 'Kabur' ke AS

- detikFinance
Selasa, 28 Jun 2011 15:10 WIB
Merasa Terancam, Gubernur Bank Sentral Afghanistan Kabur ke AS
Jakarta - Gubernur Bank Sentral Afghanistan, Abdul Qadir Fitrat mengundurkan diri dan selanjutnya menyelamatkan diri ke Amerika Serikat. Fitrat merasa hidupnya dalam bahaya setelah mengungkap kasus korupsi.

Gubernur Da Afghanistan Bank ini mengumumkan pengunduran dirinya saat melakukan kunjungan ke AS, di mana dia juga memiliki kediaman pribadi. Ia merasa khawatir intervensi politik dan ada pembalasan dendam akibat perannya dalam investigasi terhadap Kabul Bank yang nyaris bangkrut pada tahun lalu.

"Hidup saya jelas sekali dalam bahaya dan ini benar adanya setelah saya bicara dengan parlemen dan membuka beberapa orang yang bertanggung jawab atas krisis di Kabul Bank," ujarnya seperti dikutip dari BBC dan dilansir dari AFP, Selasa (28/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara kementerian keuangan Afghanistan, Aziz Shams menolak berkomentar secara detil dengan alasan Bank Sentral adalah institusi yang independen.

Pada April lalu, Fitrat mengumumkan nama seorang tokok parlemen Afghanistan yang diduga terlibat mega korupsi Kabul Bank. Bank Kabul didirikan pada tahun 2004 oleh Sherkhan Farnood, seorang pemain poker utama internasional. Pemilik lainnya termasuk juga Mahmood Karzai, saudara laki-laki Presiden Hamid Karzai dan saudara laki-laki Wakil Presiden Mohammad Wasim Fahim

Bank tersebut akhirnya diambil diambul alih oleh Bank Sentral Afghanistan setelahklaim-klaim bahwa eksekutifnya telah mengucurkan kredit ke pihak pribadinya hingga US$ 900 juta, yang sebagian besar untuk membeli properti mewah di Dubai.

Skandal tersebut ikut 'menghiasi' skerusuhan dan korupsi di sistem finansial Afghanistan, ketika pada saat yang sama AS mengirim tentaranya.

Atas laporan tersebut, juru bicara Presiden Hamid Karzai mengatakan, Fitrat yang dilaporkan kabur ke AS merupakan seorang 'pelarian' dan menyebutnya sebagai 'Gubernur yang melarikan diri'.

"Kami tidak berpikir hal itu sangat valid. Dia sesungguhnya tidak pernah mengatakan kepada siapapun di pemerintahan bahwa hidupnya dalam bahaya," ujar juru bicara Presiden Karzai, Waheed Omer.

"Ini pada dasarnya sebuah pelarian, bukan pengunduran diri. Prosedur resmi tidak diikuti. Dia bukan Gubernur tapi Gubernur yang melarikan diri," tambahnya.
(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads