Hal itu diungkapkan wanita bernama lengkap Hillary Diane Rodham Clinton ini di sela-sela regional entrepreneurship summit, di Nusa Dua Bali, Sabtu (23/7/2011).
"Ayah saya adalah wirausahawan. Dia punya pabrik percetakan kecil, yang memperkerjakan tak hanya karyawan tapi juga istri dan anaknya. Meskipun tidak bisa memiliki banyak uang dan koneksi, ia pekerja keras yang bisa menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya dengan baik," katanya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat banyak negara di dunia dan melihat kondisi yang sama. Mereka mulai dari mikro, para pengungsi dari burma, sangat percaya diri mempresentasikan bisnisnya melalui rekaman kameranya sendiri, menceritakan diri dan anak-anaknya," ungkapnya.
Maka dari itu, ia juga sangat mendukung sebuah acara yang bisa mengumpulkan sangat banyak para wirausahawan sehingga bisa saling bertukar ide dan pandangan seperti yang sedang berlangsung di pulau dewata seperti saat ini.
"Itulah gunanya summit seperti ini. Kita bicara soal wirausaha sama seperti bicara soal impian kita. Kita semua percaya bahwa kesempatan itu ada," ujarnya.
(wep/ang)











































