"Beliau meninggal akibat kanker mulut akut pukul 19.30 WIB. Sebelum meninggal, beliau dirawat selama 2 minggu di RS Premier Surabaya. Sebelumnya, dia juga menjalani operasi di RS MT Elizabeth Singapura," kata perwakilan keluarga, Sugiarto Tanjung kepada wartawan di rumah duka, Surabaya, Selasa (9/8/2011).
Boedi Sampoerna meninggal dalam usia 78 tahun, meninggalkan seorang istri, Sumiarsih dan 3 anak. Boedi Sampoerna merupakan klan dari pendiri salah satu perusahaan rokok terbesar Indonesia sebelum akhirnya dijual ke Philip Morris. Budi merupakan cucu lelaki tertua Liem Seeng Tee, pendiri pabrik rokok HMSP. Ia merupakan paman dari Putera Sampoerna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boedi Sampoerna juga merupakan salah satu 'korban' dari kasus Bank Century. Mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular diberitakan sebelumnya telah diam-diam mendebet dana milik Boedi Sampoerna senilai US$ 18 juta untuk menutupi penggelapan dana yang dilakukan kakaknya, Dewi Tantular
Penggelapan valas sudah dilakukan Dewi Tantular sejak Januari-Oktober 2008. Pendebetan dana tersebut dimulai dengan pencairan dana deposito milik Boedi Sampoerna yang disimpan di Bank Century Cabang Surabaya dan dipindahkan ke Bank Century Pusat untuk dipisah menjadi sertifikat deposito masing-masing senilai Rp 2 miliar.
Namun setelah dana tersebut dipindahbukukan, ternyata Robert Tantular memerintahkan Kepala Kasir Valas Bank Century Tan I Tung untuk mendebet dana sebesar US$ 18 juta untuk dimasukkan ke dalam pembukuan valas Bank Century.
Ini dilakukan dalam upaya untuk menutupi penggelapan valas yang dilakukan oleh Kepala Divisi Note Bank Century Dewi Tantular (kakak Robert Tantular) semenjak Januari-Oktober 2008 tanpa seizin pemilik.
(fat/qom)











































