HP Fadel Rusak Gara-gara Garam Impor

HP Fadel Rusak Gara-gara Garam Impor

- detikFinance
Selasa, 09 Agu 2011 15:15 WIB
HP Fadel Rusak Gara-gara Garam Impor
Jakarta - Telepon genggam (Handphone) Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad rusak gara-gara garam impor. Bukan karena terpapar garam, namun HP Fadel rusak karena banyaknya SMS yang masuk memberikan dukungan terkait sikapnya menentang impor garam.

Selain rusak karena banyaknya pesan singkat yang masuk untuk memberikan dukungan, HP Fadel juga rusak karena terus menerus digunakan untuk memantau berita impor garam secara online.

"Dari malam itu (kemarin), saya terima SMS banyak sekali yang mendukung. Saya punya HP rusak, HP saya karena banyak orang yang mendukung," katanya ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (9/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria kelahiran Ternate, Maluku, 20 Mei 1952 itu menyebutkan menyebutkan, dukungan yang masuk lewat pesan singkat ke HP-nya berasal dari kalangan pemuda dan mahasiswa. Ia mengaku kalangan tersebut memuji langkah Fadel yang berani menentang impor garam.

"Saya tidak tahu ada spirit apa di balik ini, saya belum bisa nebak itu. Orang itu ingin izin impor itu dikurangi. Yang saya terima dari pemuda dan mahasiswa, mereka bilang Pak Fadel, anda salah satu dari menteri-menteri yang berani mengambil langkah itu," tuturnya.

Sebelumnya, Fadel berjanji akan memusnahkan garam-garam impor asal India yang masih masuk pada awal bulan Agustus yang lalu.

Lebih lanjut Fadel mengungkapkan, para importir yang masih ngotot memasukan garam dari luar negeri seharusnya diberi catatan hitam hal ini untuk mempersulit importir tersebut mengimpor kembali di kemudian hari.

"Untuk importir yang masih impor, blacklist aja. Pengusaha-pengusaha garam yang melaksanakan (impor) tidak sesuai aturan blacklist aja," tegas mantan Gubernur Gorontalo itu.

Fadel sebelumnya memang mengatakan impor garam Indonesia sudah pada tahap kritis. Fadel juga mengaku berseteru dengan menteri perdagangan Mari Elka Pangestu terkait izin impor garam yang memperpanjang izin kendati Indonesia sudah masuk masa panen.

(ade/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads