"Waktu awal-awal memang relatif berat relatif menjadi Menteri. Awal-awal memang berat, tapi akhirnya saya menjadi tertantang. Tidak ada keluhan. Tapi saking asyiknya ini saya lupa check up. Kalau kemarin saya tahu ada penyumbatan di jantung, saya bisa langsung pasang ring," jelas Mustafa.
Hal itu disampaikan olehnya ketika ditemui di ruangan VIP Terminal I Bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng, Rabu (5/10/2011). Mustafa baru saja tiba dari berobat di Singapura dan disambut oleh sejumlah kolega dan petinggi BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya tegaskan, ini bukan gangguan stroke tapi serangan jantung. Sekarang sudah berangsur pulih," ungkap Mustafa.
Katanya, dirinya akan membuka ring yang terpasang di pembuluh jantungnya setelah sebelumnya dipasang untuk menghentikan penyumbatan saluran darah di jantungnya.
Setelah itu, dirinya akan ke Singapura lagi untuk melakukan konsultasi kesehatan dengan tim dokter di sana. "Sebelumnya saya ke Singapura juga melakukan pemulihan karena sempat ada gangguan infeksi jamur dan bakteri," tuturnya.
Mustafa mengakui, penyakitnya ini juga dipengaruhi faktor makanan sejak ia muda. Dirinya mengatakan sudah memiliki kecenderungan kolesterol dan ada potensi penyumbatan di darahnya.
"Waktu di Singapura itu kena infeksi sehingga lama penanganannya. Karena kalau sampai masuk ke darah maka bisa berbahaya, tapi ini sudah bisa diatasi," ujar Mustafa.
Mustafa dirawat di RS Medistra sejak Selasa 23 Agustus 2011 karena gangguan jantung. Mantan Gubernur Aceh ini kemudian dibawa ke National University Hospital, Singapura sejak Selasa 30 Agustus 2011. Pria berumur 62 tahun itu dibawa ke Singapura untuk lebih intensif menjalani pemulihan pasca terkena serangan jantung.
Saat Mustafa dirawat, Menteri BUMN diambil alih oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Mustafa pun dikabarkan akan terkena reshuffle yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden SBY dalam waktu dekat.
(nrs/qom)











































