"Saya suka bawa kamera dan difoto. Mau saya masukkan ke milis," ucap Widjajono sambil tertawa usai dilantik di Istana Negara, jakarta, Rabu (19/10/2011).
Seolah-olah tak ingin menyia-nyiakan momen langka ini, Guru Besar ITB itu mengajak sejumlah menteri untuk berfoto. Di antaranya Seskab Dipo Alam dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara menteri lain, penampilan lulusan Universitas di California itu memang terlihat sederhana. Bahkan terkesan urakan. Rambutnya panjang dan terurai. Peci hitam yang dikenakannya pun langsung dicopot dengan alasan panas.
"Saya dulu ini anak kolong. Kalau soal rambut, saya potong dua bulan sekali. Tapi tumbuh lagi, tumbuh lagi," ucapnya sambil tertawa.
Dengan penampilan seperti itu, dia tak pernah merasa canggung. Senyum lebar selalu merekah dari wajahnya.
Nah, bagaimana visi dan misi, Widjajono di Kementerian ESDM? Dia mengaku sudah memiliki target tertentu.
"Kita harus pakai energi murah. Kalau bisa jangan lagi pakai BBM, gunakan saja energi alternatif," jelasnya.
"Misalnya batubara, biogas. BBMnya bisa kita ekspor, tapi dalam bentuk petrokimia," terangnya lagi.
Widjajono, kelahiran Magelang 16 September 1951 merupakan dosen sekaligus Guru Besar Program Studi Teknik Perminyakan ITB. Alumnus Teknik Perminyakan ITB ini merupakan teman kuliah satu angkatan dengan mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Menurut data yang dikutip dari ITB, Widjajono tercatat pernah tergabung sebagai Anggota Tim P3M (Pengawasan Peningkatan Produksi Migas) Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Penasehat Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas), serta Kaukus Migas Nasional Ikatan ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI).
Hingga saat ini, Widjajono telah menulis dua buah buku yakni Memahami Pembangunan dan Analisis Kebijakan (2004) dan Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi (2002).
(mad/qom)











































