Dahlan baru tiba di kantornya selepas shalat Jumat. Begitu turun dari mobilnya, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu langsung menuju ke kantin setempat yang berada di bagian belakang kementerian, di sebelah lapangan parkir, bersama beberapa wartawan.
Pria kelahiran 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur itu baru saja mendarat di Jakarta dari Lombok, setelah meresmikan Bandara Internasional Lombok bersama Presiden SBY. Dahlan pun langsung menyapa beberapa karyawan kementerian BUMN yang sedang makan siang di kantin tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menu sederhana itu ditutup Dahln dengan air putih hangat. Harganya pun cukup sederhana hanya sekitar Rp 15.000 untuk seluruh menunya.
Menurutnya, memang ada beberapa pantangan dalam makanan yang ia konsumsi terkait kondisi kesehatannya. Namun, ia tetap tahu diri dalam memilih makanan yang tepat.
"Saya tahu diri kok. Dulu penyakit saya itu bukan disembuhkan tapi dihilangkan," katanya.
Acara makan-makan sederhana itu diselingi obrolan santai Dahlan bersama beberapa wartawan. Tidak ada isu atau berita berat yang dibicarakan dalam obrolan tersebut.
Mantan bos Grup Jawa Pos itu berjanji akan membahas soal berita di ruang pers Kementerian BUMN, tepat setelah makan siang selesai.
(ang/dnl)











































