Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Feb 2012 12:25 WIB

James Riady dan Helikopter Pribadinya

- detikFinance
Jakarta - Bos Lippo James Riady kerap mendatangi tempat-tempat yang ia kunjungi dengan menggunakan helikopter pribadinya, termasuk ke acara seminar. Bahkan ia harus rela memarkirkan helikopternya di suatu tempat lain di luar lokasi yang datangi.

Hal ini setidaknya diketahui ketika Wakil Ketua Umum Bidang Tenaga Kerja, Pendidikan, dan Kesehatan itu menghadiri Seminar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Aryadutha, Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Helikopter James sudah mendarat sekitar pukul 9.00 WIB dan terbang kembali sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak seperti orang lain yang masuk melalui lobby bawah, tetapi James terlihat datang dari bagian atas Hotel Aryadutha.

"Helinya datang tadi jam 8.43 pagi, balik lagi jam 11-an," ujar salah seorang pegawai Kadin.

Dia juga menambahkan bahwa memang James selalu memilih tempat acara yang memiliki landasan helikopter. Bahkan untuk ke kantor Kadin di Kuningan, Jakarta, heli James harus parkir di hotel JW Marriot Kuningan atau Hotel Aston Semanggi.

"Ya, ke Kadin saja, juga naik heli, ke JW Marriot dulu, tapi sekarang di Aston Semanggi," paparnya.

James diagendakan ke Aryadutha untuk memberikan sambutannya selaku Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Tenaga Kerja, Pendidikan dan Kesehatan terkait pembahsan Revisi UU No.39/2004.

Dalam acara itu, James menyebutkan ada 2 isu yang terkait revisi undang-undang tersebut. Pertama, terkait perkembangan perdagangan jasa. "Kita melihat selama 5 tahun terakhir ini konstelasi perekonomian global mengalami perkembangan sangat pesat," paparnya.

Kedua, lanjut James, terkait dengan semakin meningkatnya permintaan pasar kerja dunia, terhadap tenaga kerja profesional yang kontradiktif dengan kenyataan. Selama lebih dari 5 tahun terakhir ini yang menunjukkan TKI luar negeri masih didominasi TKI informal yaitu unskilled workers yang bekerja pada perorangan/keluarga atau menjadi Pembantu Rumah Tangga.

"Padahal permintaan dan kesempatan kerja untuk TKI formal yang bekerja pada perusahaan/badan hukum sangat besar khususnya di bidang kesehatan, pariwisata, kontruksi, dan pertambangan," pungkasnya.



(nia/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com