"Tiap kali sikat gigi, saya selalu berhitung, jangan sampai lama, kalau lama listrik di kamar mandi banyak terbuang, air keran pun saya matikan," kata Jero dalam raker dengan Komisi VII DPR-RI, Kamis (15/3/2012).
Menurut Jero, memang kecil dampak penghematannya, tapi kalau itu dilakukan selama setahun, kalau itu dilakukan hampir berjuta-juta rakyat Indonesia maka dahsyat juga penghematannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Jero juga akan secapatnya mengubah iklan penghematan energi di media massa karena kurang menggigit atau tak menyentuh publik.
"Kita punya iklan penghematan energi, tapi kurang menggigit, akan saya ubah, saya berpengalaman kalau masalah bikin iklan, karena saya mantan Menteri Pariwisata," ujarnya.
Misalnya kata Jero, ibu yang memandikan anaknya, setelah selesai saat keluar pintu, si-ibu lupa mematikan lampu kamar mandi.
"Nah si-anak nantinya bilang ma ma, lampunya belum mati, ma ma keran airnya belum ditutup, karena jika dibiarkan akan banyak listrik terbuang percuma ada air keran yang terbuang percuma, karena dari cocoran air ada energi yang terpakai," tandas Jero.
(rrd/hen)











































