Rudy mengaku dirinya bukanlah orang baru di dunia penerbangan, sejak tahun 1978 sudah bergelut dibidang airlines.
"Saya bukan orang baru di dunia penerbangan atau airlines, sudah sejak 1978 sudah di Garuda Indonesia,β ujar Rudy ketika ditemui di Kantornya, Selasa (15/5/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi waktu itu tutup bukan karena kesalahan saya, tapi waktu itu karena keinginan pemegang saham yang tidak menginginkan melanjutkan bisnis di dunia penerbangan. Ya, kalau Allah tidak mengizinkan ya tidak bisa,β ungkapnya.
Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, pernah bergabung dengan Garuda Indonesia selama 17 tahun, dari 1978 hingga 1995. Berbagai posisi jabatan pernah didudukinya.
"1993 sebagai Vice Presiden of Corporate Planning, sebelumnya pada 1988 menjabat vice president of Maintenance and Engineering dan lainnya," ungkap Rudy.
Setelah keluar dari Garuda Indonesia, ia pindah ke PT Kresna Inti Cipta sebagai Vice President Corporate Planning & Control, dan pada 2006 pernah menjabat sebagai senior Advisor di PT Eastindo Air Charter.
"Ditahun yang sama (2006) saya bersama almarhum Marsekal Madya (Purn) Kardono mendirikan PT Indonesian Airlines, disana saya menduduki jabatan sebagai Presiden Director sekaligus founder,β katanya Presiden MIT Alumni Club Indonesia ini.
Bahkan, setelah diangkat menjadi Dirut Merpati, Rudy juga sampai saat ini juga memegang jabatan di 2 perusahaan, yakni sejak 2009 hingga saat ini sebagai Head of Business Process Improvement di PT Tiara Mitra Trakindo/ABM Investama Tbk. Juga sebagai Presiden Commissioner di PT NusantaraTurbin Propulsi.
(rrd/ang)











































