"Saya baru pertama kali ke Kazakhstan. Dan ini pertama kali makan daging kuda," ungkap Hatta ketika ditemui disebuah restoran di Astana, Kazakhstan, Selasa (22/5/2012).
"Rasanya gimana gitu, hehe," imbuh Ketua Umum PAN ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Hatta, Menteri Perindustrian MS Hidayat enggan mencicipi daging kuda. Ia mengaku tak berminat mencicipi masakan khas Asia Tengah ini. "Ah saya nggak deh, katanya panas ya di perut," tutur Hidayat.
Hidayat sendiri mengaku kagum dengan Kazakhstan yang merupakan negara berkembang ini. "Sumber komoditasnya bagus, ada minyak, kapas, gandum. Nah ini yang akan kita tingkatkan kerjasamanya," tutur Hidayat.
Seperti diketahui, Kazakhstan merupakan negara Republik pimpinan Presiden Nursultan A Nazarbayev, negara pecahan Uni Soviet ini telah bekerjasama dengan Indonesia sejak 1993.
Komoditi ekspor yang dihasilkan yakni minyak dan gas 59%, metal 19%, bahan kimia 5%, mesin-mesin 3%. Selain itu ada pula gandum, wool, daging dan batubara. Volume perdagangan Indonesia-Kazakhstan mencapai US$ 33,15 juta yang terdiri dari ekspor US$ 8,16 juta dan impor US$ 24,98 juta.
(dru/hen)











































