"Saya cita-cita jadi tentara tapi nggak boleh sama ibu saya, Saya kan anak pertama jadi kalau ada apa-apa saya minta izin ibu saya. Saya nggak boleh jadi tentara," papar Chris kepada wartawan di sela-sela acara Seminar Kewirausahaan di Highscope Indonesia, Jumat (24/5/12).
Chris memutuskan untuk menjadi pengusaha agar tidak bergantung atau terikat dengan orang lain. Pasca lulus menjadi sarjana, Chris mengaku pernah bekerja sebagai supplier dan kontraktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chris mengaku tidak mengenyam bangku pendidikan sampai S2 atau S3 seperti kebanyakan pengusaha atau pejabat sukses lainnya. Yang terpenting untuk menjadi seorang wirausahawan menurut Chris ialah kemauan yang keras, inovasi dan kreativitas yang tinggi.
"Kita S1 aja, IQ kita pas-pas an. Untuk jadi pengusaha itu harus bener-bener bagus dalam bidangnya, soalnya itu tergantung dari dia nya, inovasinya, determinasinya, kreasinya. Dia memang harus jauh lebih siap dan lebih lengkap," imbuhnya.
Lebih jauh lagi, Chris mengungkapkan saat ini semua profesi adalah sama. Menjadi pengusaha ataupun pegawai negeri sipil memiliki kedudukan yang sama. "Semua profesi itu sama terhormatnya, sama pentingnya, tapi you must be good in that," terangnya.
Chris saat ini menjabat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional dan juga pernah menjabat sebagai Vice President Apindo, dan juga pernah menjabat Wakil Ketua Kadin 1994-2010. Chris juga pernah menjadi Komisaris di PT Indosat Tbk dan Presiden Direktur Sigma Sembada Group.
(zul/hen)











































