Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah

Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah

Metta Pranata - detikFinance
Jumat, 25 Mei 2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Foto: CNN
Seattle - Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel memang bisa mendapatkan jenis hunian apa pun sesuai yang diinginkannya. Mansion di pedesaan yang tenang, apartemen penthouse mewah atau kompleks berpagar tinggi di pinggiran kota, tinggal pilih.

Tapi pendiri start-up KISSmetrics dan Crazy Egg ini justru memilih tinggal di hotel. Tepatnya Hyatt Hotel di pusat kota Seattle, AS. "Saya beli tempat di hotel karena inilah pilihan yang paling nyaman bagi saya. Lokasinya terbaik untuk jadwal kerja saya yang hektik," kata Patel, dilansir dari CNN (25/5/2012).

Patel yang baru berusia 27 tahun ini mengatakan, dia tidak tahu cara memasak atau bersih-bersih. “Saya bisa menghasilkan uang lebih banyak jika fokus pada pekerjaan daripada melakukan hal-hal lain. Tinggal di hotel menyediakan segalanya yang memungkinkan saya melakukan itu,” kata pria yang biasa bekerja lebih dari 70 jam setiap minggunya ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patel sudah terbiasa 'hidup di jalan' beberapa tahun belakangan. Selama hampir satu dekade, dia menghabiskan 50 minggu dalam setahun bepergian untuk mempromosikan bisnisnya, yang berarti menginap di hotel-hotel.

Menurut Patel, complimentary service yang didapatkannya di hotel-hotel membuat jam kerjanya lebih panjang dan fokus menumbuhkembangkan perusahaan-perusahaannya. Jadi saat dia pindah ke Seattle di awal 2009, Patel memutuskan tinggal di sebuah apartemen mewah yang masih bagian dari kompleks Hyatt at Olive 8.

Hal ini memungkinkan Patel memindahkan seluruh aspek terbaik dari gaya hidup nomaden ke hunian permanennya. Meski terletak di tempat yang berbeda dengan kamar tamu hotel jangka pendek, Patel masih punya akses ke berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia untuk tamu reguler.

“Anda bisa memanggil room service dan maid service. Ada restoran, bar di lantai bawah, kafe kecil dan kedai kopi. Tambahan lainnya, Anda juga bisa mendapat semua fasilitas gym, full service spa, sauna dengan ruang steam dan kolam renang juga,” kata Patel.

Patel mendeskripsikan hotelnya sebagai lingkungan mewah yang kompak, tanpa bermaksud pamer. “Ada ruang tamu, kamar mandi, kamar tidur dan dapur. Bahkan ada TV di kamar mandi. Tempat ini dilengkapi dengan berbagai perangkat elektronik terbaru,” paparnya.

Patel menolak memberitahukan harga hunian mewahnya ini. Tapi dia bilang kalau penthouse suite tak jauh dari apartemennya ini dijual di kisaran harga US$ 4-5 juta (sekitar Rp 40 miliar).

Selain antusias membicarakan fasilitas eksklusif yang dimiliki hotel tempatnya tinggal, Patel sama positifnya mengenai kemampuan ganda hotel sebagai basis bisnisnya jika diperlukan. Menurutnya, dia bisa bekerja dari rumah sekaligus menemui klien atau partner bisnisnya tanpa harus membuang waktu berharga dengan bepergian.

“Contoh saja, saya harus menghadiri meeting makan siang, cukup turun ke lantai bawah. Ada ruang business meeting juga. Ada ruangan besar, kecil bahkan grand ballroom untuk menggelar konferensi. Saya dan rekan-rekan pernah menggelar konferensi di sini dan ruang meeting kecilnya muat untuk 100 orang,” jelas Patel.

Meski sangat puas dengan semua layanan tersebut, Patel paham kalau sebuah hotel tidak akan pernah jadi lingkungan hunian yang sempurna bagi semua orang. “Tentunya sulit membina keluarga di sini jika Anda tidak mencari tempat yang lebih luas. Apalagi jika Anda tidak suka tinggal di kota yang berisik.”

Bagi milyarder muda dengan fokus dunia kerja tak tergoyahkan, Patel merasa tidak ada yang hilang atau kurang dari gaya hidupnya. “Bagi pria seperti saya, ini ideal.”

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads