"(Liem Sioe Liong) merupakan tokoh fenomenal di dunia bisnis Indonesia sejak masa orde baru 32 tahun silam," kata MS Hidayat di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/6/2012).
"Kedekatannya dengan Presiden Soeharto yang kontroversial itu, telah ditanggapi dengan positif oleh Om Liem dengan mengembangkan emporium (kerajaan) bisnisnya di sektor strategis. Mulai dari otomotif, industri semen, makanan, perbankan, infrastruktur dan sebagainya," tambah MS Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia memanage secara baik. Sebagian besar bisa IPO, jadi positif dan hampir semua sektor yang dipilih ini sektor strategis. Terlepas pro kontra, bisnisnya positif untuk ekonomi Indonesia," ucapnya.
MS Hidayat percaya kerajaan Indofood tetap tumbuh seiring pergantian pemimpin oleh putra mahkota, Anthony Salim di tahun 1997. "Sekarang ditangani dengan baik oleh Anthony Salim. Anaknya smart, well educated dan seorang yang tahu futures industri seperti apa," tegasnya.
Pada tahun 2005, Om Liem masuk daftar orang terkaya nomor 23 di Asia Tenggara dengan kekayaan US$ 750 juta. Media Singapura Asia One melaporkan, pada tahun itu juga dia menggelar pesta mewah 2 hari untuk merayakan ulang tahun ke-90.
Pesta itu diikuti 2.000 tamu undangan berlangsung di Hotel Shangri-La Singapura. Diperkirakan pesta itu menelan ongkos sekitar US$ 2 juta.
Seperti diketahui, Sudono Salim meninggal di Raffles Hospital Singapura pada Minggu (10/6) sekitar 15.00 WIB. Pria bernama lahir Liem Sioe Liong ini lahir di Tiongkok, 10 September 1915. Anthony Salim yang merupakan anak dari Sudono beserta menantunya Franciscus Welirang kini meneruskan seluruh usaha yang dirintisnya.
(wep/dru)











































