Bergaya dan bertindak eksentrik memang sudah menjadi ciri khas dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Tidak hanya itu, lelaki asal Magetan ini pun mempunyai pemikiran yang berbeda dalam hal berdoa.
Penulis Buku "Sepatu Dahlan" Khrisna Pabhicara menceritakan bagi seorang Dahlan Iskan, selama ini kebanyakan orang berdoa dengan kesan memerintah. Padahal, Tuhan lebih tahu apa yang dibutuhkan makhluknya.
"Kata Pak Dahlan, orang itu kebanyakan doa seperti ini; Ya Tuhan, berikan saya kesehatan, itu namanya memerintah, makanya Pak Dahlan itu kalau doa; Ya Tuhan, terserahlah karena Tuhan itu Maha Tahu jadi tanpa dikasih tahu, Dia sudah tahu yang terbaik untuk umatnya," papar Khrisna yang sempat mengikuti Dahlan dalam menyelesaikan trilogi bukunya ini, di Pejaten, Jakarta, Minggu (8/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah ikut dengan Pak Dahlan, dia memang tidak mau diatur protokoler. Alasannya, kalau ikut sama rombongan, maka tidak akan lihat tempat-tempat lain dan biasanya kalau ikut rombongan, tempatnya itu sudah disiapkan," ceritanya.
Saking eksentriknya, Pemilik Jawa Pos ini juga tidak akan meniru perilaku para pemilik perusahaan lain yang biasanya mewariskan perusahaannya kepada anggota keluarga tanpa melihat kompetensi si pewarisnya ini.
"Pak Dahlan itu tidak akan menyerahkan perusahaannya ke keluarganya kalau keluarganya itu tidak kompeten," tandas Khrisna.
(nia/dru)











































