Ogah Bayar Pajak, Bos Louis Vuitton 'Kabur' dari Prancis

Ogah Bayar Pajak, Bos Louis Vuitton 'Kabur' dari Prancis

Metta Pranata - detikFinance
Selasa, 11 Sep 2012 12:36 WIB
Ogah Bayar Pajak, Bos Louis Vuitton Kabur dari Prancis
Paris - Miliarder Prancis dan bos Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH), Bernard Arnault menerima 'hujan kritik' setelah muncul laporan bahwa dia mengajukan permohonan untuk jadi warga negara Belgia. Ia lakukan semua itu demi menghindari pajak yang tinggi di Prancis.

Namun menurut pengacara pajak Prancis dan Belgia, pajak Arnault tidak akan berubah meskipun dia menjadi warganegara Belgia.

Halaman depan koran Liberation menulis “Get Lost You Rich Idiot” (Pergi Kau, Orang Kaya Idiot). Sementara Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan “Bernard Arnault seharusnya menyadari apa artinya meminta kewarganegaraan baru. Menjadi orang Prancis bukan hanya sekedar menerima, tapi juga memberi ke negara Anda.”

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arnault juga kena 'tampar' dari sayap kanan. Pemimpin National Front, Marine le Pen mengatakan perilaku Arnault memalukan. Pada 1981, setelah pemilihan presiden sosialis Francois Mitterrand, Arnault tinggal di AS selama tiga tahun.

Dalam sebuah pernyataan, Arnault mengatakan, “Saya masih dan akan jadi wajib pajak di Prancis. Seperti warga Prancis lainnya, saya akan memenuhi kewajiban fiskal saya. Negara ini mengandalkan semua orang untuk berpartisipasi menghadapi krisis ekonomi parah di tengah keterbatasan anggaran yang ketat.”

Dia menambahkan, permintaan kewarganegaraan ganda Prancis–Belgia semata terkait alasan pribadi. Pengacara pajak pun mengatakan, sulit menemukan keuntungan pajak dari pengajuan kewarganegaraan Belgia Arnault jika dia tetap menjadi wajib pajak Prancis. Di Prancis, wajib pajak ditentukan berdasarkan tempat tinggal daripada kewarganegaraan.

Arnault mengatakan dia akan tetap tinggal di Prancis, jadi dia akan tetap jadi obyek semua pajak Prancis, kata pengacara. Ini termasuk rencana Hollande mengenakan pajak 75% bagi orang-orang berpenghasilan lebih dari 1 juta euro setahun. Juga pajak kekayaan, pajak warisan dan pajak real estate, kata Jonathan Chazkal, mitra firma hukum Belgia Afschrift yang spesialisasinya di hukum pajak.

Faktanya, pajak penghasilan Belgia yang di atas 50% saat ini lebih tinggi dibanding pajak Prancis yang berada di kisaran 45%. Pengacara mengatakan jika Arnault ingin mengubah tempat tinggalnya demi menghindari pajak Prancis, dia bisa jadi penduduk Belgia kapan saja tanpa harus menjadi warga negara Belgia, yang sebenarnya lebih sulit.

“Jika Arnault tetap jadi penduduk Perancis, skenario pajaknya tidak akan berubah sama sekali. Semua pajak Perancis tetap berlaku. Saya tidak melihat adanya alasan pajak yang jelas di balik rencananya menjadi warga negara Belgia,” kata Jean-Pierre S. Lavielle, pengacara Connecticut yang spesialisinya di hukum pajak Prancis dan internasional, dikutip dari CNBC (11/9/2012).

Lavielle dan pengacara lainnya mengatakan bahwa Arnault bisa menjadi landasan kerja untuk gerakan kabur dari Prancis yang sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengatakan, Prancis baru-baru ini menerapkan pajak keluar yang mahal bagi warga negara Prancis yang mengubah kependudukannya.

Pajak itu bisa mencapai 34,5% dari saham korporasinya, yang bagi Arnault bisa mencapai miliaran dolar. Pengacara mengatakan Arnault bisa saja menghindari pajak dalam beberapa tahun lagi jika dia jadi warganegara Belgia, melepas paspor Prancisnya dan menjadi penduduk Belgia atau negara lain.

“Ini bisa saja jadi langkah pertama dari sebuah proses. Mungkin dalam 1-2 tahun, dia bisa mengubah kependudukan dan kewarganegaraan. Jika pemerintah Prancis terus menekan orang-orang, mungkin dia ingin mencari jalan keluar,” kata Lavielle.

Bernard Arnault menjadi orang terkaya di Prancis dengan total kekayaan lebih dari US$ 25 miliar (Rp 240 triliun). LVMH adalah grup perusahaan dan merek mewah kelas dunia. Mulai dari wines & spirits, fashion, produk berbahan kulit, parfum, kosmetik, jam dan perhiasan. Salah satu lini bisnisnya yang paling terkenal adalah Louis Vuitton.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads