Astra yang hingga semester III-2012 lalu mencetak laba Rp 14,7 triliun, ternyata modal awalnya hanya Rp 2,5 juta saat didirikan 20 Februari 1957. Dalam buku 'Man of Honor Kehidupan, Semangat dan dan Kearifan William Soeryadjaya' disebutkan, pada waktu pendirian tersebut, Astra hanya bermodal 2.500 saham.
Berdirinya Astra merupakan salah satu titik tonggak Oom William sebagai seorang pengusaha. Sebelumnya ia kerap jatuh bangun dan gagal menggeluti usaha berdagang, bahkan tertipu dengan mitra bisnisnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pengusaha yang visioner, Oom William menambahkan kata 'International'. Pada waktu itu William ada keinginan agar perusahaan barunya ini bisa berkiprah secara global. Ia pun ingin memberi kesan perusahaanya sebagai perseroan yang berbobot, walaupun pada awalnya Astra di Jalan Sabang ini hanya memiliki beberapa karyawan.
"Padahal karyawannya baru empat orang. tertetak di sebuah toko yang sempit, yang kadang kebanjiran bila musim hujan," jelas buku Man of Honor.
Sedangkan Kian Tie, mengusulkan agar ada simbol perusahaan yang mewakili nama perusahaan yang cukup mentereng tersebut. Maka muncullah logo bola dunia, sebagai logo perusahaan mereka.
(hen/dnl)











































