Ini Dia 'Sinterklas' dari Wall Street

Ini Dia 'Sinterklas' dari Wall Street

- detikFinance
Jumat, 28 Des 2012 08:31 WIB
Ini Dia Sinterklas dari Wall Street
Jakarta - Hari natal identik dengan pohon cemara, lampu hias dan hadiah. Momen tersebut bisa mengubah seseorang menjadi lebih dermawan dan pengasih dibanding hari biasanya. Palang Merah dan UNICEF memberikan banyak donasi dan sumbangan pada Bulan Desember, lebih banyak dibanding 11 bulan lainnya. Itu adalah semangat natal.

Ada beberapa orang kaya yang berubah menjadi lebih dermawan pada hari natal. Beberapa "Santa Claus" alias Sinterklas versi Wall Street ini sudah ada sejak zaman resesi. Yang mengkonversikan hartanya yang menggunung menjadi sebuah sumbangan dalam jumlah besar.

Sebut saja Andrew Carnegie, John D Rockefeller, Andrew W Mellon, dan Henry Ford. Mereka semua adalah pengusaha minyak, baja, dan barang tambang lainnya. Orang-orang ini menyumbang pada akhir hidup mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkadang banyak anggapan, sumbangan yang mereka berikan ialah uang yang kembali dari hasil monopoli mereka yang tidak adil. Mereka telah menyumbangkan sumbangan mereka untuk pembangunan rumah sakit, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Orang-orang ini, dan sumbangan yang mereka tinggalkan telah memberikan miliaran dolar untuk kehidupan di Amerika Serikat.

Sama halnya seperti zaman sebelumnya, ada miliuner generasi baru yang dermawan layaknya Sinterklas memberikan hadiah pada anak kecil. Nama mereka tak asing lagi di jagad ekonomi dunia.

Jika generasi terdahulu adalah miliuner di bidang pertambangan, kebanyakan dari generasi baru ini ialah ahli di bidang industri teknologi. Dikutip dari Investopedia, Jumat (27/12/12), berikut nama-nama Dermawan Generasi Baru atau Sinterklas versi Wall Street.

Gordon dan Betty Moore (Intel)

Gordon Moore ialah salah satu penemu dari Intel Corporation, sebuah perusahan teknologi dunia, pembuat chip untuk komputer. Bersama istrinya, Betty, dia telah menyumbangkan ratusan juta dolar untuk 2 hal penting, yakni: konservasi lingkungan dan obat-obatan.

Betty dan suaminya telah menyumbangkan dana untuk program pelatihan perawat, dengan harapan untuk menghindari kesalahan dalam dunia kesehatan. Mereka juga telah bermurah hati menyumbang untuk pendidikan, diperkirakan senilai US$ 600 juta untuk California Institute of Technology pada tahun 2001.

Michael dan Susan Dell

Michael Dell adalah penemu komputer Dell, dan istrinya telah terlibat dalam kehidupan mereka sebagai orang yang dermawan sejak Michael menjabat sebagai CEO pada tahun 2004 dengan mengelola sebuah yayasan.

Memiliki 4 anak, Dell telah mempergunakan kekayaannya untuk mengatasi masalah anak-anak seperti kesehatan, pendidikan dan obat-obatan. Michael and Susan Dell Foundation berdiri pada tahun 1999 dan memiliki asset US$ 1,2 miliar di tahun 2006.

George Soros

Soros telah menyumbangkan lebih dari US$ 3 miliar dari kekayaannya untuk kasus bervariasi, baik politik maupun sosial di sepanjang hidupnya. Kedermawanan Soros dimulai pada tahun 70-an, saat dia menolong seorang murid berkulit hitam untuk masuk kuliah di Afrika Selatan.

Sejak saat itu Soros melanjutkan mimpinya untuk membuka sebuah perkumpulan. Pertolongannya biasa digunakan untuk kasus liberal antar negara. Walaupun terkadang pandangannya kontroversial, seperti oposisi untuk memerangi narkoba, Soros membuat pengaruh yang signifikan terhadap hubungan internasional.

Dia membantu "the Rose Revolution" saat mencegah korupsi di pemerintahan Georgia. Dia pun pernah memberikan pengaruh pada "Orange Revolution" yang menghasilkan persahabatan antara pemerintah Uni Soviet dan Ukrania di tahun 2004.

Keterlibatannya ini tak jauh dari latar belakang hidupnya. Dia besar di lingkungan keras pada saat datangnya kelompok Nazi di Hungaria.

Bill and Melinda Gates

Bill dan istrinya telah meninggalkan Microsoft untuk lebih fokus pada pengelolaan yayasan terbesar di dunia. Melalui yayasan Bill dan Melinda, mereka sedang memindahkan harta kekayaan mereka menjadi sebuah proyek yang melibatkan kesehatan, pendidikan dalam mengembangkan negara.

Yayasan dengan dana kelolaan US$ 30 miliar lebih ini adalah yayasan internasional dan domestik terbesar. Gates menyumbangkan harta pribadinya sebesar US$ 27 miliar. Bill dan sang istri fokus terhadap masalah penyakit dan kesehatan paling kerap terjadi di dunia.

Mereka percaya, saat AIDS dan kanker memakan banyak korban di dunia, lebih banyak lagi penyakit diare dan TBC yang diderita oleh anak-anak. Yayasan Gates meneliti dan memberikan insentif untuk menyelesaikan masalah ini.

Warren Buffet

Di tahun 2004, istri Buffet, Susan, meninggal. Keinginannya sebelum meninggal ialah saham dari Berkshire Hathaway diberikan untuk yayasan yang telah dibangunnya pada yahun 1960-an. Sumbangan sebesar US$ 2,5 miliar dipakai untuk mendukung pilihan reproduksi di samping mengajukan petisi untuk pengurangan senjata nuklir.

Pada musim panas tahun 2006, Buffet memberi hadiah terakhir untuk istrinya, 83% dari sahamnya yang diperkirakan sekitar US$ 44 miliar dollar disumbangkan ke Bill and Melinda Gates Foundation (Yayasan Bill dan Melinda Gates).
Halaman 2 dari 6
(zul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads