Mereka ini adalah pemain utama di industri porno, yang kebanyakan bekerja di balik layar. Beberapa sudah ada yang dikenal secara luas, tapi rata-rata memilih untuk tetap low profile dan jarang muncul ke publik.
Seperti dikutip, Jumat (18/1/2013), CNBC menelusuri industri yang sudah legal di AS itu demi mengumpulkan informasi mengenai siapa saja orang sukses di balik kesuksesan industri porno AS saat ini.
10. Fabian Thylmann
|
|
Meski jarang muncul di depan publik, karyanya sudah dikenal luas melalui merek Brazzers dan Reality Kings, Digital Playground, Playboy TVdan beberapa situs mirip YouTube tapi khusus menyajikan video porno.
9. Larry Flynt
|
|
Kerajaan bisnisnya pun masih terus berkembang. November lalu, melalui LFP, ia membeli New Frontier Media, pemilik sembilan merek video porno berbayar. Beberapa kalangan menilai, akuisisi New Frontier ini menjadikan garis start persaingan antra Manwin dan Flynt.
8. Derek Hay
|
|
Ia juga bertugas menyiapkan segala kebutuhan kliennya, seperti mengantarkan aktris porno tepat pada waktunya dan siap tampil. Beberapa nama besar aktris porno yang ia kelola adalah Allie Haze, Tori Black dan Lexi Belle.
7. Ron Cadwell
|
|
Saat ini, perusahaannya memproses transaksi hingga lebih dari US$ 1 miliar (Rp 9,5 triliun) per tahun. Selama 15 tahun terakhir sudah menjadi penggelar acara The Phoenix Forum, sebuah pertemuan tahunan para pelaku industri porno.
6. Steven Hirsch
|
|
Ia juga lebih mengerti keinginan publik akan industri porno, seperti salah satunya adalah video seks pribadi milik selebritis (Vivid sudah merilis video seks Kim Kardhasian). Selain di industri porno, perusahaannya juga berekspansi ke industri lain yang lebih umum, seperti contohnya minuman keras.
5. Marc Randazza
|
|
Tahun lalu, ia melakukan investigasi terhadap situs IsAnybodyDown?, yang memuat foto-foto wanita telanjang sekaligus nomor kontaknya tanpa persetujuan mereka. Situs itu pun berhasil ditutup tapi dibuka kembali setelah mendapat izin resmi.
4. Frank Koretsky
|
|
3. Ron Braverman
|
|
Braverman adalah CEO dari perusahaan ini sejak 1976. Yang mengejutkan adalah, Doc Johnson ini adalah perusahaan milik keluarga. Chad Braverman, anaknya Ron, menjabat sebagai direktur operasi.
2. Mike South
|
|
Bahkan, beberapa rahasia atau berita off the record tentang industri porno bisa ditemukan di blog-nya tersebut. Dengan gaya menulisnya yang unik, ia menjadi agen perubahan di industri esek-esek dunia.
South juga yang pertama kali menemukan pelaku pertama kasus wabah syphilis yang menyerang industri porno tahun lalu. Kasus itu sempat menghambat proses produksi dan pertumbuhan industri setempat.
Ia juga salah satu yang bertanggung jawab dalam menutup Porn Wikileaks yang membeberakan nama-nama asli produsen film porno lengkap dengan alamat serta nomor kontak aktor dan aktrisnya.
1. Peter Acworth
|
|
Pasalnya, Acworth merupakan pemilik Kink.com, sebuah situs untuk orang-orang berduit yang doyan melakukan seks dengan sedikit bumbu bondage alias penyiksaan.
Ia memulai perusahaanya itu saat masih menjadi mahasiswa S2 di jurusan keuangan di Universitas Columbia 1997 silam. Pada 2006, ia membeli San Francisco Armory senilai US$ 14,5 juta (Rp 138 miliar) dan mengubahnya menjadi kantor pusat perusahaan.
Perusahaannya terus tumbuh sejak saat itu, bahkan pada Festival Film Sundance tahun ini, aktor Holywood James Franco akan merilis film dokumenter tentang kerajaan bisnis Acworth.
Halaman 2 dari 11










































