Sembilan kandidat memulai pemilihan sebagai calon kepala baru lembaga World Trade Organization (WTO) hari ini (29/1/2013). Dari 9 kandidat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Mari Elka Pangestu masuk di dalamnya.
Bakal ada 6 pria dan 3 wanita yang bakal memperebutkan posisi Kepala WTO menggantikan Pascal Lamy yang habis masa jabatannya pada 31 Agustus 2013.
"Sangat bagus untuk organisasi ini dengan banyak kandidat yang bersaing. Para kandidat ini memiliki pengalaman dan pengetahuan yang baik soal sistem di WTO," ujar juru bicara WTO Keith Rockwell dikutip dari AFP, Selasa (29/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi Direktur Jenderal WTO yang diperebutkan ini mempunyai tugas utama untuk membantu negosiasi perdagangan dunia, dan mendorong perdagangan terbuka dan bebas.
Selain Mari, delapan kandidat Kepala WTO yang lain adalah Alan John Kwadwo Kyerematen (mantan Menteri Perdagangan Ghana), Anabel Gonzalez (Menteri Perdagangan Luar Negeri Costa Rica), Tim Groser (Menteri Perdagangan Selandia Baru), dan duta besar Ghana Amina Mohamed.
Kandidat kuat lainnya adalah Ahmad Thougan Hindawi (mantan Menteri Industri dan Perdagangan Yordania), Hermino Blanco Mendoza (Menteri Industri dan Perdagangan Meksiko), Taeho Bark (Menteri Perdagangan Republik Korea), dan Duta Besar Brazil Roberto Carvalho de Azevedo.
Hari ini, kandidat yang bakal memperkenalkan diri di depan perwakilan anggota adalah Alan John Kwadwo Kyerematen, Anabel Gonzales, dan Mari Pangestu.
Kemudian besok diikuti oleh Tim Groser, Amina Mohamed, dan Ahmad Thougan Hindawi, serta Hermino Blanco Mendoza. Lalu pada Kamis akan diikuti Taeho Bark, Roberto Azevedo.
Pemenang pemilihan ini akan ditentukan dalam konsesus anggota WTO pada 31 Mei 2013.
Untuk diketahui, Mari pernah menempuh studi di Australia dan memperoleh gelar doktor di bidang perdagangan internasional dari Universitas California. Calon pemimpin WTO lain adalah Alan Kyerematen dari Ghana dan Anabel Gonzales dari Costa Rica.
Selama 17 tahun WTO berdiri, posisi Dirjen selalu dipimpin oleh laki-laki, dan hanya satu yang berasal dari negara berkembang. Pencalonan Mari bakal mengejutkan banyak diplomat perdagangan. Karena Mari tidak masuk sebagai salah satu nama yang dijagokan.
Mari pernah menjabat sebagai menteri perdagangan selama 7 tahun, hingga akhirnya kena reshuffle pada Oktober 2011 dan menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
(dnl/hen)











































