Dia tergolong anak muda yang sangat berprestasi dalam menghasilkan uang sendiri. Namun, tahukan anda ada beberapa anak muda lain yang juga telah menghasilkan uang banyak karena kejeniusannya. Mereka disebut-sebut sebagai "The Next Mark Zuckerberg." Saat anak-anak yang lain sibuk di sekolah mengerjakan ujian, mereka malah sudah menghasilkan uang sendiri.
Dikutip dari Asiaone.com, Rabu (6/2/2013), ada seorang jenius, pengusaha, musikus, ahli teknologi yang keseluruhannya masih tergolong cukup belia. Tak sedikit dari mereka berkebangsaan Asia. Dari sekian banyak, detikFinance merangkumnya menjadi 13 remaja dan anak-anak yang mungkin menjadi pengganti Zuckerberg. Siapa saja mereka? Klik untuk menelusuri.
Adam Horwitz
|
|
Saat ini dia bekerja di Yep Text, layanan pesan teks untuk sebuah bisnis yang kecil.
"Saya hanya suka membangun sebuah bisnis dan melihatnya tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Perjalanannya itu yang paling menarik," ungkap Horwitz kepada CNN.
Nick D'Alonsio
|
|
Pada akhirnya, dia mendirikan Summly pada umur 16 tahun. Summly adalah sebuah aplikasi untuk merubah cara kita mengkonsumsi berita pada perangkat telepon seluler. Dengan menggunakan bahasa yang ringan dan mesin pembelajaran untuk menghasilkan ringkasan berita yang informatif dan memiliki ukuran yang tidak terlalu besar.
Uniknya, bisnis yang diterjuni Nick berawal saat dia mulai merasa jenuh dan jengkel dengan banyaknya waktu yang terbuang saat dirinya mencari materi untuk ujian sejarahnya. Saat ini dia sedang menyelesaikan kuliahnya di King's College, tempat di mana dia menerima beasiswa akademis.
Daniel Groos
|
|
Jason Li
|
|
Jason mendirikan iRetron.com pada saat dia masih di bangku sekolah, dan menjadi CEO sejak saat itu. Dengan banyaknya perusahaan teknologi di Sillicon Valley, iRetron bermula dari sebuah garasi. Dan terus berkembang pesat.
"Kita terus berkomitmen untuk membuat iRetron termudah, tercepat, dan memberikan layanan yang terpercaya bagi pelanggan dalam kondisi apapun," kata Jason Li.
Juliete Brindak
|
|
Menurut Huffington Post, Miss O and Friends sekarang adalah situs untuk remaja wanita terbesar. Jejaring sosial yang mencakup fitur untuk mengirim pesan, permainan, kuis, dan masih banyak lagi.
Adora
|
|
Pada bulan Februari 2010, Adora berpidato di Konferensi TED, mengatakan bahwa dunia membutuhkan pikiran yang "kekanak-kanakan", ide yang tegas, kreatifitas yang liar, dan khususnya optimisme. Mimpi besar seorang anak-anak layak mendapatkan harapan yang tinggi, menurutnya, berawal dari keinginan orang dewasa untuk belajar dari anak-anak, seperti halnya mengajarkan anak-anak itu sendiri.
Adora pun telah membuat majalah sastra online yang bernama Write With Adora (WWA). Majalah itu mencakup puisi, kritik sastra, rangkuman, cerita pendek, dan cerita non fiksi.
Yeyeong Jin
|
|
Halaman 2 dari 8











































