Kinerja Merosot, 8 Bos Perusahaan Ini Terancam Dipecat

Kinerja Merosot, 8 Bos Perusahaan Ini Terancam Dipecat

- detikFinance
Kamis, 07 Feb 2013 07:57 WIB
Kinerja Merosot, 8 Bos Perusahaan Ini Terancam Dipecat
Jakarta -

8. Aubrey McClendon, CEO Chesapeake Energy

Salah satu pendiri Chesapeake Energy ini merupakan salah satu CEO dunia yang terancam diberhentikan di 2013. Pada sebuah investigasi yang digelar April 2012, McClendon terlibat skandal yakni meminjam dana senilai US$ 1,1 miliar untuk kepentingan pribadinya dalam mengelola sumur migas yang ternyata milik perusahaan.

Banyak analis berpandangan, tindakan McClendon merupakan bentuk konflik kepentingan tingkat tinggi. Pada bulan Mei, ia dipaksa keluar dari posisi komisaris dan kemudian ia melibatkan pengacara untuk mengatasi polemik tersebut.

Tahun 2012, di bawah komandonya, Chesapeake Energy mengalami penurunan pendapatan cukup signifkan yakni dari US$ 4 miliar di 2011 anjlok ke angka US$ 3 miliar. Sedangkan laba perusahaan menunjukkan rugi US$ 2 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang mencatat laba US$ 922 juta. Sedangkan harga saham di 2012, anjlok atau negatif 25%.

7. Andrew Mason, CEO Groupon

Di bawah komandonya, harga saham Groupon anjlok 76% dan produksi sangat rendah selama 2012. Muncul isu, Mason akan dilengserkan yang sejak 2008 menjadi CEO oleh dewan komisaris.

Satu hal penting yang membuat posisi Mason berada diujung nadir sebagai CEO Groupon adalah Mason tak berbuat banyak ketika pangsa pasar Groupon tergerus oleh pesaingnya yakni Amazon dan Walmart. Mason dinilai gagal mempertahankan kompetensi perusahaan menghadapi persaingan sehingga berujung pada keuangan perusahaan yang buruk.

Namun pada akhir 2012, pendapatan Groupon naik ke angka US$ 569 juta dari periode sebelumnya senilai US$ 430 juta. Namun kenaikan pendapatan Groupon senilai 32% ini, dinilai berada masih di bawah pertumbuhan pada perusahaan yang bergerak di bidang online.

6. Rory Read, CEO Advanced Micro Devices (AMD)

Bergabung sejak April 2011, Read membawa ide brilian untuk merubah kondisi korporasi. Namun sejak menjadi CEO, harga saham AMD bukannya naik malah anjlok ke angka 72% atau turun 55% selama periode 2012. Tak ada alasan, masa jabatan yang singkat membuat diirinya tak bisa memperbaiki kinerja korporasi pesaing Intel ini.

Akhir triwulan III-2012, pangsa pasar AMD di seluruh dunia kurang dari 17%. Hal ini bertolak belakang dengan Intel yang menguasai sebagian besar pangsa pasar.

Kemuduran AMD terjadi karena terlalu terfokus menggarap pasar PC. Nasib AMD sendiri sebenarnya dapat membaik kalau aktif melakukan pengembangan prosesor untuk tablet dan smart phone. Hal ini telah dilakukan Intel dengan mengembangkan Atom x86.

Namun AMD sama sekali belum melakukan langkah maju dengan membuat prosesor khusus untuk tablet dan smart phone.

5. John Riccitiello, CEO Electronic Arts (EA)

Sejak menjabat CEO pada April 2007, keberuntungan perusahaan game ini menurun drastis. Harga saham anjlok sekitar 75% dan mengalami kerugian senilai US$ 2,5 miliar.

Laporan keuangan terakhir, pendapatan perusahaan juga turun menjadi US$ 711 juta dari periode sebelumnya yang senilai US$ 715 juta. Hal senada juga terjadi pada laba bersih, kerugian naik menjadi US$ 381 juta dari periode sebelumnya yang senilai US$ 340 juta. Wall street pun ragu dengan outlook perusahaan di 2013.

4. Sherilyn McCoy, CEO Avon Products Inc.

McCoy bergabung ke Avon sebagai CEO sejak April 2012. Sejak menjadi CEO, McCOy malah membawa kinerja perusahaan ke level terburuk yakni harga saham anjlok 38% di 2012.

Hal ini tentunya hampir merusak prestasi pendahulunya yakni Andrea Jung yang memiliki kinerja baik. Pada triwulan-III 2012, pendapatan Avon turun 8% dari periode sebelumnya menjadi US$ 2,6 miliar.

Hal senada juga terjadi pada laba bersih yang anjlok 81% menjadi US$ 32 juta. McCoy dinilai gagal membawa Avon dengan rencana strategis perusahaan ke depan. Hal ini dilihat dari kinerjanya 1 tahun terakhir.

Pasca laporan keuangan triwulan-III tersebut, Avon menghapus 1.500 pekerjaan serta menutup perwakilannya di Korea Selatan dan Vietnam. Hal ini dilakukan sebagai bagian program efisiensi Avon senilai US$ 400 juta.

3. Michael Dell, CEO Dell

Pemecatan CEO Dell merupakan hal yang tersulit. Kok bisa? Ia merupakan pendiri dan CEO di perusahaan yang ia dirikan. Saham Dell anjok 30% di 2012, namun dalam lima tahun terakhir, saham perusahaan komputer ini turun 59%. Pada akhir 2012, pendapatan Dell turun menjadi US$ 13,7 miliar dari periode sebelumnya senilai US$ 15,4 miliar.

Hal senada juga terjadi pada laba yang turun ke angka US$ 475 juta dari periode sebelumnya yang senilai US$ 893 juta. Laju perusahaan terbilang sangat lambat dibandingkan perusahaan pesaing seperti IBM, Oracle Corp, Apple dan Google Inc.

Bahkan perusahaan tak mampu bersaing dalam jasa konsultasi, software, layanan bisnis dengan pemimpin pasar, IBM.

2. Jeffery R. Gardner, CEO Windstream Corp.

Gardner yang menjadi CEO sejak akhir 2005 ini, memiliki satu prestasi yang tercatat cukup berhasil yakni menuntaskan sembilan akuisisi di 2006 sejak terpisah dari Alltel COrp.

Namun, kinerja perusahaan satu tahun terakhir menurun bahkan lima tahun terakhir ia tak membawa kemajuan yang cukup signifikan bagi perusahaan. Tercatat perusahaan kehilangan potensi pendapatan dari US$ 3 miliar pada tahun 2006 menjadi US$ 4,3 miliar di 2012. Laba bersih perusahaan dari US$ 545 juta di 2006, turun ke angka US$ 172 juta di 2012.

Aksi korporasi Windstream Corp yang masuk pada internet berkecepatan tinggi dan bersaing ketat di pasar broadband ikut andil menambah kekacauan kinerja keuangan.

1. Ron Johnson, CEO J.C. Penney Co. Inc.

Pada laporan keuangan terakhir 2012, di bawah komando Johnson yang menjadi CEO sejak November 2011 ini, pendapatan J.C. Penney anjlok.

Laporan terakhir pendapatan turun menjadi US$ 2,9 miliar dari periode sebeumnya yang sebesar US$ 4 miliar. Perusahaan juga mencatat rugi sebesar US$ 123 juta. Kinerja keuangan J.C. Penney pada triwulan-III 2012 ini, merupakan kinerja yang buruk. Johnson berjanji tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi lagi di 2013.
Halaman 2 dari 9
(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads