Ada yang unik dari acara ini, setelah acara berakhir, banyak orang mengantre untuk meminta Dahlan menandatangani kopian bukunya tersebut. Salah satu yang ikut mengantre adalah Dirut PT Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi BUMN, Achiran Pandu Djajanto.
Awalnya begini, pada pembukaan, Dahlan berbicara mengenai buku tentang perjalanan karier dan cintanya. Dahlan menuturkan, sang penulis Krisna Pabichara harus melakukan riset selama 3 bulan sebelum meluncurkan buku ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan juga menuturkan tentang kesukaannya membaca novel. Hal ini terus ia lakukan dan pelihara hingga saat ini. Namun, ia sendiri mengaku belum sempat membaca buku novel Surat Dahlan ini karena masih membaca novel lain.
"Saya belum sempet baca novelnya, nantilah karena bulan ini baca Der Alcimis baru selesai tadi malam. Selanjutnya baca novel Moyan novelis tiongkok. Sebelumnya saya baca Jalak bukan Jablay. Itu kisah yang luar biasa, pernah jadi Manager Danareksa, dan dia jatuh cinta di situ," tambahnya.
Usai acara bedah buku, Dahlan langsung meninggalkan ruang acara. Namun, belum memasuki ruang lift, para tamu yang hadir tampak sibuk berburu tanda tangan mantan bos PLN ini.
Mulai dari karyawan hingga Rudy dan Pandu ikutan antri berebut tanda tangan Dahlan. Dahlan yang memakai kemeja putih dan celana hitam itu pun melayani mereka satu per satu.
(hen/ang)











































