Begitu mendarat, Hatta langsung disambut oleh Menteri Kepala Komisi Investasi Irak Sami al Araji dan Duta Besar Irak untuk Indonesia Ismail Shaafiq Muhsin, serta Duta Besar Indonesia di Irak Safzen Noerdin. Dalam pertemuan tersebut, Hatta langsung disuguhkan makan siang.
Di luar dugaan, makanan yang disajikan adalah khas Indonesia, dengan sedikit sentuhan Timur Tengah, seperti salah satunya adalah lontong sayur dan gado-gado."Sudah jauh-jauh ke Irak makannya lontong-lontong juga," kata Hatta usai mengambil makanan dan menuju tempat duduk yang telah disediakan di guest house Perdana Menteri Irak, Green Zone Area, Baghdad, Kamis waktu setempat (14/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tidak mudah menyiapkan makanan Indonesia di Irak, karena bumbu-bumbu yang dibutuhkan terbatas. Namun dengan upaya yang keras, makanan tersebut pun bisa disajikan.
"Saya dari semalam menginap di sini untuk masak. Soalnya tidak boleh masak di luar terus dibawa ke sini," kata Paryono kepada detikFinance.
Selain menu Indonesia, ada menu Timur Tengah juga yang disajikan, antara lain daging gulung, roti prata dan lain-lain. Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara kedua negara yang dilakukan secara tertutup.
(ang/dnl)











































