Beban dan tanggung jawab yang tinggi selalu dipikul oleh CEO. Salah sedikit, langsung jadi orang yang paling diperhatikan oleh para pemegang saham dan komisaris.
Seperti beberapa CEO ini, seperti dikutip dari DailyFinance, Kamis (18/4/2013), mereka dinilai tidak mampu dan akhirnya 'ditendang' dari perusahaan yang mereka pimpin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ron Johnson
|
|
Langka radikal yang ia terapkan membuatnya dijauhi oleh para pelanggan, akhirnya omzet perusahaan retail ini pun anjlok. Ia hanya bertahan sebagai CEO selama 17 bulan saja.
Carol Bartz
|
|
Sayang, langkahnya itu gagal karena pendapatan perusahaan tidak naik sesuai target, apalagi dengan kurangnya pemasukan iklan. Namun demikian, Bartz menolak disalahkan dan memberi contoh bahwa Steve Jobs saja butuh bertahun-tahun untuk memulihkan Apple.
Akan tetapi, setelah 2,5 tahun Bartz menjabat sebagai CEO, pemegang saham tidak puas dan memecat Bartz. Komisaris Yahoo menyampaikan perihal pengunduran diri itu melalui telepon, berdasarkan email yang disebarkan Bartz melalui iPad miliknya.
Leo Apotheker
|
|
Apotheker seharusnya bisa membawa HP maju secara perlahan tapi pasti, sayang strategi miliknya malah membuat perusahaan kurang percaya diri. Ia disalahkan sebagai biang keladi merosotnya laba dan pendapatan perusahaan.
Tidak berhenti sampai di situ, ia melebarkan sayap HP dengan mengakuisisi perusahaan software asal Inggris bernama Autonomy Corp senilai US$ 10 miliar. Lagi-lagi ia membuat kesalahan. Nilai akuisisinya dinilai terlalu mahal dan malah memberatkan perusahaan.
Setelah 11 bulan menjabat CEO HP, Apotheker dipaksa lengser dan posisinya digantikan oleh mantan CEO eBay Meg Whitman.
Charles Conaway
|
|
Banyak analis menilai Conaway salah strategi, contohnya saat ia mencoba berkompetisi dengan harga produk di Wal-Mart, bukannya fokus kepada produk-produk yang lebih ekslusif. Pada awal 2002, Kmart akhirnya mendaftarkan diri untuk pailit di pengadilan, Conaway pun mengundurkan diri tak lama setelah itu
Setelah pailit, Kmart pun dibeli oleh miliuner Edward Lampert. Tak berapa lama, Lampert membantu Kmart mengakuisi Sears, Roebuck & Co., dan menggabungkan keduanya sebagai perusahaan baru bernama Sears Holding Corp.
Bob Nardelli
|
|
Akan tetapi, Nardelli, yang menghabiskan sepanjang karirnya sebagai direksi di GE dan Home Depot, tidak punya pengalaman sama sekali di bisnis yang lebih rumit seperti otomotif, dan hal ini memang terbukti.
Bukannya memperbanyak lini produk Chrysler, Nardelli malah fokus memangkas jumlah karyawan dan menutup pabrik. Langkah ini membuatnya dijauhi para distributor dan pelanggan.
Ketika krisis finansial 2008 datang, Chrysler terkena masalah besar. Nardelli mencoba mencari pinjaman demi menyelamatkan perusahaan tetapi sudah terlambat.
Chrysler mendaftarkan perlindungan kebangkrutan ke pengadilan pada April 2009. Ketika akhirnya dinyatakan lolos dari pailit pada Juni tahun yang sama, Nardelli dipecat dan digantikan oleh mantan CEO Fiat Sergio Marchionne.
Craig Herkert
|
|
Pada masa kepemimpinannya, Herkert menempatkan Supervalu sebagai supermarket skala kecil yang berada di lingkungan perumahan dengan fokus ke produk harga murah. Sayangnya strategi ini kurang berhasil dan membuat omzet perusahaan tetap datar.
Tahun lalu, perusahaan menunda pembagian dividen dan membuka diri untuk dibeli oleh investor. Beberapa pekan setelah pengumuman itu, Herkert pun dipecat.
Kevin Rollins
|
|
Perusahaannya saat itu sedang mencoba bertahan di tengah gempuran komputer pribadi (personal computer/PC) harga murah yang membuat omzet perusahaan susah tumbuh. Pada 2006, Dell dilibas oleh Hewlett-Packard Co. dari posisi sebagai penjual PC nomor satu di industri PC.
Belum lagi, Dell juga sempat menarik lebih dari 4 juta notebook yang baterainya berpotensi meledak. Baterai tersebut merupaka bikinan Sony Corp. Pada Agutus 2006, laporan keuangan Dell juga dipertanyakan setelah melakukan kesalahan akunting.
Rollins akhirnya mengundurkan diri awal 2007 dan posisinya digantikan sang pendiri Michael Dell.
Halaman 2 dari 8











































