SMS itu diterima Dahlan, 3 hari setelah pengoperasian bandara. Setelah ditelusuri ternyata pesan singkat itu berasal dari seorang guru besar dari salah satu Universitas Negeri di Sumatera Utara.
"Kita telah telusuri ternyata dari guru besar di Medan," ucap Dahlan saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (31/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan dirut PLN tersebut menegaskan BUMN serius memperhatikan kenyaman para pengguna bandara modern tersebut.
"Sudah ketemu siapa Profesor penyebar SMS. Inisialnya Profesor JHTS. Ternyata dia kirim berdasar dia dengar-dengar," terangnya.
(feb/dru)











































