Kunjungi Samarinda, Dahlan Iskan Bernostalgia

Kunjungi Samarinda, Dahlan Iskan Bernostalgia

Robert - detikFinance
Rabu, 21 Agu 2013 11:03 WIB
Kunjungi Samarinda, Dahlan Iskan Bernostalgia
Samarinda - Menteri BUMN Dahlan Iskan memiliki kenangan tersendiri saat berkunjung ke Samarinda, Kalimantan Timur. Dia bertemu dengan teman-temannya semasa kuliah dan bernostalgia bersama.

Ya, Dahlan Iskan merupakan alumnus STAIN yang berpusat di Pulau Jawa dan bercabang Samarinda. Dia menghabiskan masa kuliahnya di Samarinda, yang kini berdiri sendiri menjadi STAIN Samarinda dan berlokasi di Jl KH Abul Hasan.

Kunjungan kerjanya di Samarinda, dimanfaatkan Dahlan sekaligus bernostalgia tentang Samarinda yang dinilainya menyimpan banyak kenangan tak terlupakan. Selasa (20/8/2013) malam kemarin, Dahlan menyempatkan untuk menghadiri temu alumni STAIN Samarinda. Pagi tadi, Dahlan juga menyempatkan mengikuti jalan santai serta senam Dahlan Style di Samarinda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat senang berada di Samarinda. Terimakasih Pak Dosen saya, seluruh teman-teman saya alumnus (STAIN)," kata Dahlan di sela acara Syukuran HUT Kemerdekaan RI, di Hotel Bumi Senyiur, Jl Pangeran Diponegoro, Samarinda, Rabu (21/8/2013).

Dahlan bercerita, semasa menjadi mahasiswa hingga saat ini, dia tidak bisa melupakan jasa Yos Sutomo, seorang pengusaha sukses di Samarinda. Yos Sutomo adalah pemilik bisnis Hotel Senyiur, yang berada di Samarinda dan Balikpapan, serta bisnis lainnya.

"Waktu itu jadi mahasiswa di Samarinda, saya sering minta sumbangan ke Pak Yos Sutomo. Saya tidak akan pernah melupakan jasa beliau dan benar-benar luar biasa," ungkap Dahlan.

"Beliau memang sangat peduli dan senang membantu generasi muda yang berkeinginan kuat untuk maju. Beliau (Yos Sutomo) adalah sosok inspiratif," terangnya.

Dalam kesempatan itu Dahlan juga bercerita tentang masa pacarannya dengan istrinya dahulu, yang juga berawal di Kalimantan Timur. Dahlan mengaku masa pacaran saat itu, menjadi masa pacaran yang prihatin.

"Istri saya lulusan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) dan setelah lulus, bertugas di Tanjung Isuy. Saya harus ke Tanjung Isuy untuk menemuinya waktu itu dengan segala keterbatasan," bebernya.

"Dua hari 1 malam saya ke Tanjung Isuy, menggunakan perahu. Itu pun kalau Danau Jempang yang saya lintasi, tidak sedang surut. Kalau surut, lebih lama dari itu," jelas Dahlan.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads