Pada awal perdagangan, saham Twitter langsung melesat 90% ke sekitar US$ 50 (Rp 500.000) per lembar. Setelah lonjakan itu laju sahamnya mulai melambat dan berada di kisaran US$ 45 per lembar atau masih naik sekitar 74%.
Pada penutupan perdagangan, saham Twitter ditutup naik 18,9 poin ke level US$ 44,9 (Rp 449.000) atau melonjak 72,7% dari posisi awal US$ 26 (Rp 260.000) per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah disepakati, akhirnya harga sahamnya dipatok US$ 26 per lembar. Dengan harga sahamnya itu Twitter bisa menjaring dana hingga US$ 1,82 miliar (Rp 18,2 triliun).
Jejaring sosial yang terkenal dengan postingan 140 karakter itu melepas 70 juta lembar saham ke pasar, dengan opsi tambahan 10,5 juta lembar lagi dalam 30 hari ke depan. Dengan saham tambahan itu total nilai IPO Twitter jadi sebesar US$ 2,1 miliar (Rp 21 triliun).
Kapitalisasi pasar atau nilai perusahaan emiten berkode saham TWTR itu menjadi sebesar US$ 14,4 miliar (Rp 144 triliun). Lebih tinggi dari prediksi awal yang ada di rentang US$ 12,8-13,9 miliar (Rp 128-139 triliun).
Siapa saja miliuner yang raup untung besar dari kenaikan harga saham ini? Berikut daftarnya seperti dikutip dari CNN, Jumat (8/11/2013).
1. Ev Williams
|
|
Pria ini merupakan pemimpin Odeo, perusahaan yang bergabung dengan twitter. Williams pernah menjadi CEO Twitter menggantikan Jack Dorsey yang merupakan penemu Twitter juga.
Di 2010, posisi Williams sebagai CEO digantikan oleh Direktur Operasional Dick Costolo. Pada dokumen initial public offering (IPO) Twitter disebutkan, Williams merupakan pemegang saham individual terbesar di Twitter, yaitu 12%. Saat saham Twitter naik menjadi US$ 45,1 per lembar pada perdagangan awal, nilai saham Twitter yang dipegang Williams mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 26 triliun.
Williams masih menjadi pemegang saham yang mengontrol Twitter saat ini, dengan menggabungkan nilai sahamnya bersama temannya Jack Dorsey.
2. Peter Fenton
|
|
Ketika harga saham Twitter naik menjadi US$ 45,1 per lembar, nilai saham Twitter yang dipegang Fenton menjadi US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.
3. Jack Dorsey
|
|
"Saat saya berumur 15 tahun, saya memetakan bagaimana kota-kota bekerja, dan saya berpikir bagaimana memprogram semua ini," ujar Dorsey.
Dorsey mempunyai 4,9% saham Twitter, dan nilainya saat ini mencapa uS$ 1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun. Pria ini pernah menjadi CEO Twitter dan mundur pada 2008, kemudian duduk sebagai komisaris.
4. Union Square Ventures
|
|
Union Square Ventures, merupakan perusahaan yang menjadi pemegang saham terbesar Twitter dengan jumlah 5,9%. Saat ini nilai saham yang dimiliknya mencapai US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 13 triliun.
5. DST Global
|
|
Milner juga pernah berinvestasi di Facebook dengan jumlah US$ 200 juta. Saat ini saham DST di Twitter, nilainya mencapai US$ 1,07 miliar atau sekitar Rp 10,7 triliun.
6. Dick Costolo
|
|
Jumlah saham Twitter yang dipegang Costolo hanya 1,6%, namun kenaikan harga saham Twitter kemarin membuat nilai saham yang dipegang Costolo mencapai US$ 350 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun.
Halaman 2 dari 7











































