Dua Tahun Berturut-turut, Aburizal Bakrie Tak Masuk Jajaran Orang Terkaya

Dua Tahun Berturut-turut, Aburizal Bakrie Tak Masuk Jajaran Orang Terkaya

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 22 Nov 2013 11:01 WIB
Dua Tahun Berturut-turut, Aburizal Bakrie Tak Masuk Jajaran Orang Terkaya
Jakarta -

Aburizal Bakrie sudah dua tahun berturut-turut tidak ada dalam jajaran orang terkaya Indonesia. Padahal tahun 2013 ini Forbes memperpanjang daftar orang terkaya Indonesia dari 40 besar menjadi 50 besar.

Pria yang akrab disapa Ical ini mulai masuk jajaran orang terkaya versi Forbes pada tahun 2006. Seperti dikutip dari Forbes, Jumat (22/11/2013) Ical yang kala itu menjabat sebagai Menko Kesra menempati posisi keenam orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan sekitar US$ 1,2 miliar.

Kekayaan Ical dalam setahun terus bertambah berkat salah satu anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di industri tambang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di 2007, saham BUMI terus menanjak naik dari tahun 2004 sekitar Rp 300 per lembar menjadi Rp 5.900 per saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kinerja kelompok usahanya ini membuat Ical dinobatkan jadi orang terkaya nomor 1 versi majalah Forbes Asia 2007. Ical ditaksir memiliki kekayaan US$ 5,4 miliar atau Rp 50,22 triliun (kurs Rp 9.300).

Setelah terjadi krisis ekonomi di 2008, hampir seluruh kinerja korporasi di seluruh dunia melambat. Termasuk perusahaan-perusahaan milik Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Alhasil, pada 2008 Gelar sebagai orang terkaya Indonesia tidak lagi disandang Ical. Forbes mencatat kekayaan pria yang memiliki kerajaan bisnis Grup Bakrie ini, berkurang banyak dibanding 2007. Peringkat Aburizal Bakrie merosot dari nomor satu menjadi sembilan.

Kekayaan Bakrie menjadi hanya sebesar US$ 850 juta, turun drastis hingga 84% dari 2007 sebesar US$ 5,4 miliar. Kekayaannya ini juga jauh merosot dibanding 2006 yang sebesar US$ 1,2 miliar

Akan tetapi, setahun setelah krisis ekonomi global, Ical berhasil naik peringkat orang terkaya Indonesia di 2009. Nilai kekayaan Aburizal meningkat tajam dibandingkan si 2008 yang hanya US$ 850 juta, dan ada di posisi ke-8. Pada 2009, Ical berada di posisi ke-4 dengan nilai kekayaan US$ 2,5 miliar.

Memasuki 2010, kelompok usaha Grup Bakrie mulai terlibat banyak masalah, mulai dari utang yang mulai menggunung sampai dengan repo saham alias gadai saham anak-anak usahanya. Kekayaan Ical pun kembali merosot menjadi hanya US$ 2,1 miliar dan terpaksa turun ke posisi 10.

Kekayaan Ical secara perlahan terus merosot, sampai 2011, posisi Ical pun terlempar ke nomor 30, dengan kekayaan 'hanya' US$ 890 juta. Jumlah itu berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayannya pada 2010.

Di 2012, kekayaan Ical dan keluarganya kembali merosot gara-gara menjaminkan aset demi cari utang, termasuk untuk BUMI.

Sayangnya, utang-utang tersebut tidak bisa dibayar ditambah harga saham yang jadi jaminannya pun ikut anjlok. Akhirnya, Ical terpaksa lengser dari jajaran orang terkaya di Indonesia dua tahun berturut-turut sampai 2013 ini.

Juru Bicara Keluarga Bakrie Lalu Mara sempat mengatakan, kondisi Aburizal yang akrab disapa Ical saat ini sudah lebih baik dibanding sewaktu tahun 1997 lalu.

"Alhamdulillah. Kan masih lebih baik dibanding saat beliau tahun 1997, di mana beliau saat itu merasa lebih miskin dari pengemis karena antara aset dan utangnya minusnya sangat-sangat luar biasa," ucap Lalu Mara ketika Aburizal terdepak dari jajaran orang terkaya RI di 2012.

Dikatakan Lalu Mara, Aburizal merupakan sosok yang tidak memikirkan harta benda atau kekayaan orang lain. "Yang utama itu, bagaimana keluarga Bakrie melalui perusahaannya bisa menciptakan lapangan kerja," ujarnya.

"Kita jangan membiasakan memikirkan isi kantong orang. Pikirkan kantong sendiri," ucap Lalu Mara.

Inilah daftar lengkap 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes 2013.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads