Dirjen World Trade Organization (WTO) Roberto Azevedo terkesan dengan Pulau Bali, yang merupakan tempat Konferensi tingkat Menteri (KTM) WTO IX. Dirjen WTO asal Brasil ini menyebutkan Pulau Bali adalah cahaya pagi yang cerah bagi perundingan WTO.
"Kemarin saya dengar Pulau Bali disebut pagi harinya dunia. Ini ungkapan yang luar biasa dan saya berpikir kata-kata itu terlalu pendek. Sedangkan WTO ini sudah melalui malam yang gelap dan kelam. Sehingga dalam perundingan WTO di sini, maka saya berharap kita melihat cahaya pagi yang cerah bagi WTO," kata Azevedo saat membuka acara KTM WTO IX di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa (3/12/2013).
Ia mengatakan alam dan masyarakat Bali sangat cocok menjadi tuan rumah pergelaran KTM WTO IX.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menambahkan komentar tentang Pulau Bali di hadapan Roberto Azavedo dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Menurut SBY Bali selalu menjadi tempat yang memberikan jalan keluar sehingga kebuntuan keputusan bisa diminimalisir.
"Ada suatu hal dari Pulau Bali ini, para negosiator mampu mencapai jalan keluar dari keputusan yang sulit. Contohnya di tahun 2007 ada Konferensi Perubahan Iklim dan di tahun 2003 ada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang melahirkan kesepakatan melalui Bali Concord II. Saya harap juga keindahan di Bali akan menghasilkan income positif bagi hasil kesepakatan WTO di Bali," cetusnya.
(wij/hen)











































