3 Menteri Keuangan SBY Tahun 2013

Kaleidoskop 2013

3 Menteri Keuangan SBY Tahun 2013

- detikFinance
Jumat, 27 Des 2013 07:49 WIB
3 Menteri Keuangan SBY Tahun 2013
Jakarta - Menteri Keuangan adalah posisi yang cukup menghebohkan dibandingkan menteri lainnya di 2013 ini. Bagaimana tidak, dalam setahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berulang kali melakukan pergantian.

Tentunya ini merupakan bagian dari sejarah. Sebab untuk posisi strategis seperti Menkeu, hal ini sangat jarang terjadi. Apalagi mengingat pergantian ini terjadi di tengah berbagai kasus besar.

Dalam catatan detikFinance, Jumat (27/12/2013), ada 3 orang yang menjadi pimpinan tertinggi di Gedung Djuanda, yang merupakan markas Menteri Keuangan tersebut.

1. Agus Martowardojo

Agus seorang bankir dengan jabatan terakhir Direktur Utama Bank Mandiri (2005-2010). Beberapa bank lainya yang pernah dijajaki adalah Bank Of America (1984), Bank Niaga (1986-1994), Bank Bumiputera (1995-1998), Bank Exim (1998) dan BPPN (2002).

Agus dilantik pada 20 Mei 2010. Menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya mengundurkan diri.

Perjalanan Agus tentunya bukan tanpa masalah. Merebaknya kasus Hambalang beberapa waktu lalu, menyeret nama Agus Marto ke dalam ranah hukum. Agus dianggap telah memberikan persetujuan atas proyek tersebut.

Akan tetapi, di antara hadangan masalah, nama Agus Marto tetap harum di mata para pelaku ekonomi. Tahun 2010, secara mengejutkan Agus Marto terpilih sebagai Finance Minister Of The Year 2012 untuk level dunia dan Asia-Pasific versi the banker.

Pria kelahiran Amsterdam, Belanda 24 Januari 2014 ini diberhentikan pada tanggal 19 April 2013. Meskipun sudah dipastikan mengisi posisi Gubernur Bank Indonesia, namun pengumuman Presiden SBY dinilai cukup mengejutkan.

Pasalnya, Agus kala itu sedang bertugas mewakili Indonesia pada pertemuan Bank Dunia di Amerika Serikat. Ia diberhentikan lebih awal dari masa jabatanya yang padahal masih tersisa 1 bulan lagi.

2. Hatta Rajasa

Usai pemberhentian Agus Marto secara mendadak, nama Hatta Rajasa pun muncul sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Keuangan. Hatta harus rangkap jabatan dari posisinya yang sebagai Menko Perekonomian.

Banyak pihak yang mempertanyakan hal tersebut. Sebab tugas sebagai Menkeu dinilai cukup berat dan sulit jika mesti disandingkan dengan jabatan lainnya.

Pada waktu yang bersamaan Hatta harus menangani berbagai permasalahan muncul. Di antaranya adalah pemblokiran anggaran beberapa kementerian. Salah satunya adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terkait anggaran Ujian Nasional (UN).

Hatta menerima jabatan Plt Menkeu dari Agus Marto pada tanggal 22 April 2013. Selama 1 bulan, tepatnya 21 Mei 2013, masa kerja itupun berakhir setelah Presiden SBY mengumumkan nama Menkeu yang baru.

3. Chatib Basri

Muhammad Chatib Basri terpilih sebagai Menteri Keuangan ketiga pilihan presiden SBY pada tahun ini. Chatib resmi dilantik pada tanggal 21 Mei 2013 oleh presiden dan akan berkantor di Gedung Djuanda, yang merupakan markas besar Kementerian Keuangan.

Sosok Chatib sudah tidak asing lagi, baik di mata pelaku ekonomi maupun masyarakat. Dede (panggilan akrab Chatib) sebelumnya adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan posisi Gita Wirjawan yang ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan.

Keahlian Chatib dalam hal investasi adalah salah satu alasan kenapa Ia ditunjuk sebagai Menkeu. Investasi dianggap dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah krisis global.

Dalam kemampuan ekonomi, Chatib juga tidak diragukan. Sebab, secara pendidikan pria kelahiran Jakarta 22 Agustus 1965 ini adalah lulusan sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Master of Economic Development di Australia National University.

Chatib juga pernah menjabat sebagai staf ahli pada jaman Sri Mulyani Indrawati jadi Menteri Keuangan. Artinya, dalam adaptasinya di tubuh organisasi Kemenkeu sudah tidak butuh waktu lama.

Menjabat sebagai Menkeu, Chatib sepertinya tidak dalam situasi yang menyenangkan. Satu bulan menjabat, Ia harus berhadapan dengan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tak lama berselang, Ia harus menghadapi masalah pelemahan nilai tukar rupiah. Berbagai kebijakan disusun untuk menahan gejolak tersebut. Ini sepertinya menjadi tugas berat bagi Chatib, jelang berakhirnya pemerintahan Oktober mendatang.

4. Perombakan Wakil Menteri Keuangan hingga pejabat Eselon I

Selain pergantian menteri, instansi ini juga diwarnai dengan beberapa pergantian pada jajaran wakil.

Mahendra siregar yang menjabat wamenkeu II sejak Oktober 2011 harus melepaskan posisinya. Sebab, Presiden SBY mempercayakan Mahendra untuk posisi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Chatib Basri.

Prestasi Mahendra sebagai wamenkeu, terlihat saat Ia membereskan persoalan kemacetan yang di Tanjung Priok. Mahendra bahkan berpindah kantor ke kawasan pelabuhan. Untuk mengawasi secara jelas perbaikannya.

Ia kemudian dilantik sebagai Kepala BKPM pada tanggal 1 Oktober 2013, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 111 P Tahun 2013.

Tidak dibiarkan kosong, posisi Wamenkeu langsung diisi oleh Bambang PS Brodjonegoro sesuai Keppres Nomor 117 M Tahun 2013. Bambang sebelumnya adalah Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu.

Selain itu beberapa Dirjen juga harus berganti pada tahun ini. Dikarenakan sudah memasuki masa pensiun dan tidak diperpanjang. Pelantikan dilakukan pada 27 November 2013. Berikut daftarnya :
- Dirjen Anggaran Askolani - menggantikan Hery PurnomoΒ 
- Dirjen Perbendaharaan Marwanto HarjowiryonoΒ  menggantikan Agus Suprijanto
- Dirjen Perimbangan Keuangan Budiarso Teguh Widodo - menggantikan Marwanto Harjowiryono
- Dirjen Pengelolaan Utang - Robert Pakpahan
- Plt Kepala BKF Andi Hadiyanto - menggantikan Bambang Brodjonegro
Halaman 2 dari 5
(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads