Ini Dia Sosok Tahir, Orang Kaya yang Sumbang Bus TransJ dan Bantuan Banjir

- detikFinance
Jumat, 24 Jan 2014 14:05 WIB
Jakarta - Salah satu orang terkaya di Indonesia baru saja menyumbang dana Rp 6 miliar ke Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta untuk penanganan warga korban banjir. Selain itu, ia juga berniat menghibahkan 10 bus TransJakarta senilai Rp 12 miliar untuk digunakan warga secara gratis.

Siapa sebenarnya sosok orang kaya yang dermawan ini? Ia adalah pria kelahiran 1952 bernama Tahir. Ia mengaku berdonasi alias memberi sumbangan adalah hobinya. Sudah puluhan juta dolar AS donasi mengalir dari kantong pribadi pendiri Mayapada Group ini.

Sumbangan ini ia berikan dengan fokus di pengembangan pendidikan dan kesehatan. Layaknya berbisnis, Tahir juga menerapkan strategi untuk berdonasi. Ia kerap menggandeng sejumlah mitra agar donasi yang dikucurkannya berlipat ganda dan bermanfaat lebih luas lagi bagi sesama.

Salah satu donasi terbaru adalah US$ 75 juta yang dikucurkan Tahir untuk pemberantasan HIV, Tuberkulosis dan Malaria di Indonesia. Donasinya itu kemudian digandakan (matching fund) oleh pendiri Microsoft Corp Bill Gates yang punya hobi sama, sehingga Indonesia menerima manfaat total sebesar US$ 150 juta.

Di hadapan Walikota Bandung Ridwan Kamil, ia melontarkan prinsip hidupnya. “Menjadi kaya atau pemimpin bukanlah tujuan hidup. Itu adalah alat untuk tujuan yang lebih besar, yakni menjadi berkat bagi orang lain,” katanya seperti dikutip dari keterangan Tahir Foundation, Jumat (24/1/2014).

Baru-baru ini ia juga bergabung dalam perkumpulan dermawan dunia Giving Pledge. Selain Tahir, ada enam orang lainnya yang juga bergabung yaitu Beth Klarman (Manajer Hedge Fund Massachusetts), Liz dan Eric Lefkosfsky (investor besar yang juga CEO Groupon), Richard Edwin dan Nancy Peery Marriot (Pendiri Hotel Marriot), dan Hansjorg (Bioteknisi di Wyoming).

Ketujuh orang ini bergabung dengan para pendiri dari klub dermawan seperti Bill dan Mellinda Gates, Warren Buffet, Mark Zuckerberg, Vincent Tan dan Yuri Milner.

Giving Pledge adalah klub berisi sekumpulan orang kaya dunia yang rela menyisihkan sebagian sampai seluruh hartanya demi kemanusiaan ketimbang mewariskannya ke anak atau keluarganya.

Ia juga masuk jajaran '48 Pahlawan Filantropis' atau '48 Heroes of Philanthropy' versi majalah Forbes bersama Anne Avantie, Jusuf Kalla, dan Irwan Hidayat.

Tahir yang ayahnya memiliki usaha membuat becak sempat berhenti sekolah medis di Taiwan karena ayahnya sakit. Ia kemudian belajar berbisnis di Singapura, dan memulainya di bank Mayapada.

Istrinya, Rosy merupakan putri taipan dari Mochtar Riady. Tahir menduduki peringkat ke-12 dari 40 orang terkaya se-Indonesia. Harta kekayaan Tahir mencapai US$ 1,8 miliar atau Rp 17,1 triliun.



(ang/dru)