Orang-orang Kaya Ini Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan (1)

Orang-orang Kaya Ini Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan (1)

- detikFinance
Senin, 27 Jan 2014 08:25 WIB
Orang-orang Kaya Ini Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan (1)
Jakarta -

Lizzy Borden: 1892

Kisah Lizzie Borden cukup mengerikan. Meskipun ia dilahirkan sebagai orang kaya, namun ia tidak menjalani kehidupan layaknya orang kaya. Ayahnya, Andrew Borden, menjalani kehidupan layaknya orang miskin. Pembunuhan Andrew dan Abigail Borden, ibu tiri Lizzie menimbulkan sensasi di berbagai media. Andrew dihantam dengan kapak hingga 10-11 kali, sementara Abigail dipukul 19 kali.

Atas pembunuhan itu, Lizzie dibebaskan dan mulai menjalani kehidupan yang lebih nyaman. Meskipun ia dibebaskan , Lizzie menjadi tokoh legendaris dan membentuk opini publik bahwa ia tetap harus bertanggung jawab atas pembunuhan itu, bahkan kejahatannya tersebut populer di dalam sajak anak-anak.

H.H Holmes: 1896

Dr Henry Howard Holmes dikenal sebagai salah satu pembunuh berantai pertama di Amerika. Holmes, seorang apoteker, menggunakan kekayaannya untuk membeli, membangun dan merancang sebuah hotel dengan tujuan pembunuhan.

Ia mendapatkan banyak uang setelah bekerja sebagai apoteker dan tinggal di gedung itu. Setelah meninggalkan apoteker, Holmes 'membeli' bangunan dari janda yang kini menghilang secara misterius setelah dia menuduh Holmes gagal membayar angsuran yang telah disepakati.

Holmes dikenal memilih korbannya terutama perempuan serta tamu hotel dan kekasihnya. Dia mengaku membunuh 27 orang, sembilan diantaranya telah teridentifikasi. Beberapa ada yang percaya jika dia sudah membunuh lebih dari 200 orang. Dia diadili, dinyatakan bersalah, dan dihukum gantung pada tahun 1896.

Nathan Leopold and Richard Loeb: 1924

Dikenal sebagai kejahatan abad ke-20 , Leopold dan Loeb dua pemuda dari lingkungan kaya Kenwood di sisi selatan Chicago, telah melakukan kejahatan yang sempurna. Mereka telah membunuh remaja berusia 14 tahun bernama Bobby Franks.

Mereka merupakan mahasiswa hukum dan dari keluarga kaya. Pembunuhan tersebut sudah direncanakan dalam waktu 7 bulan. Incaran korban adalah remaja laki-laki yang dipilihnya secara acak kemudian dibunuh dan mengirim catatan tebusan meminta sejumlah uang. Namun, tujuan dua pemuda in bukanlah uang, hanya untuk mencari sensasi saja.

Loeb adalah orang pertama yang mengakui kejahatan tersebut dan kemudian diikuti Leopold. Mereka didakwa dengan pembunuhan dan penculikan, dijatuhi hukuman seumur hidup.

Carl Coppolino: 1965

Dr Coppolino dikenal sebagai "Dokter Kematian", didakwa karena membunuh istrinya, Carmela, yang ia dibunuh dengan suntikan anestesi, suksinilkolin klorida. Motivasinya agar bisa bersama kekasihnya yang janda kaya, Mary Gibson.

Sekitar enam minggu setelah Carmela meninggal di Florida, Coppolino menikahi Gibson. Ini dugaan bahwa Coppolino melakukan pembunuhan karena uang, karena ia dalam kesulitan keuangan pada saat itu. Setelah itu, dia akhirnya bergabung dengan jajaran orang kaya dan terkenal atas pernikahannya dengan Gibson.

Namun, tiba-tiba informasi terungkap mengenai motif pembunuhan. Coppolino pun diadili karena membunuh tetangganya Kolonel William E. Farber, namun ia dibebaskan. Atas pembunuhan Carmela Coppolino, ia dinyatakan bersalah, dan dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 1967, namun akhirnya dia dibebaskan setelah 12 tahun karena perilakunya baik.

Michael Skakel: 1975

Keponakan janda Robert Kennedy, Ethel, yaitu Michael Skakel lahir pada tahun 1960 dan berasal dari keluarga terkemuka yang sangat kaya. Pada tahun 1973, ibu Skakel meninggal karena kanker otak dan ia mulai mengkonsumsi alkohol.

Pada tahun 1975, wanita berusia 15 tahun Martha Moxley ditemukan tewas di rumah Skakel di bawah pohon, dan terdapat pecahan dari sebuah klub golf di sekelilingnya. Disimpulkan bahwa dia dipukuli sampai mati. Michael kemudian mengaku melakukan pembunuhan kepada dua temannya.

Pada tahun 1998, pembunuhan itu ditinjau kembali dan Michael dinyatakan sebagai tersangka utama. Dia dijatuhi hukuman pada tahun 2002, namun sidangnya baru pada tahun 2013. Bersambung
Halaman 2 dari 6
(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads