Jawaban sederhana, karena Timur Tengah merupakan kawasan yang kaya akan minyak. Meskipun sebenarnya bukan hanya itu. Para orang kaya ini banyak memutar uangnya di wilayah Barat, seperti AS.
Ada beberapa bisnis lainnya yang digeluti. Seperti properti, hotel, ritel, transportasi, perbankan, maskapai penerbangan hingga telekomunikasi.
Seperti dilansir TheRichest yang dikutip detikFinance, Jumat (21/2/2014), berikut adalah daftar orang terkaya di Timur Tengah.
|
|
5. Nassef Sawiris dan Keluarga
|
|
US$ 6,5 miliar
Keluarga Sawiris memiliki usaha yang beragam. Pada 1940an, Onsi Sawiris mengubah usahanya dari pertanian ke konstruksi. Keluarga Sawiris saat ini berinvestasi di koran Mesir dan telekomunikasi. Naguib Sawiris mulai membangun perusahaan handphone Mesir pertama, Mobinil, pada 1998. Kemudian Sawiris membangun operator seluras pertama di Korea Utara, Koryolink, pada 2008. Naasef Sawiris saat ini mengepalai perusahaan konstruksi Osasco.
5. Nassef Sawiris dan Keluarga
|
|
US$ 6,5 miliar
Keluarga Sawiris memiliki usaha yang beragam. Pada 1940an, Onsi Sawiris mengubah usahanya dari pertanian ke konstruksi. Keluarga Sawiris saat ini berinvestasi di koran Mesir dan telekomunikasi. Naguib Sawiris mulai membangun perusahaan handphone Mesir pertama, Mobinil, pada 1998. Kemudian Sawiris membangun operator seluras pertama di Korea Utara, Koryolink, pada 2008. Naasef Sawiris saat ini mengepalai perusahaan konstruksi Osasco.
4. Mohamed Al Jaber
|
|
US$ 7 miliar.
Ia membangun MBI Grup yang berinvestasi di perusahaan dan melakukan bisnis di Timteng dan Eropa. Bisnis utamanya adalah perhotelan. Ia memiliki investasi yang besar di JJW Hotels dan Resorts yang kini telah mengakusisi Penina Hotel dan Golf Resort.
4. Mohamed Al Jaber
|
|
US$ 7 miliar.
Ia membangun MBI Grup yang berinvestasi di perusahaan dan melakukan bisnis di Timteng dan Eropa. Bisnis utamanya adalah perhotelan. Ia memiliki investasi yang besar di JJW Hotels dan Resorts yang kini telah mengakusisi Penina Hotel dan Golf Resort.
3. Mohammed Al Amoudi
|
|
US$ 13,5 miliar.
Seperti kebanyakan orang kaya dari Arab, Al Amoudi mendapatkan kekayaannya dari industri konstruksi. Tapi tentu saja ketika bisnis kontrusinya baru dimulai, ia mendapatkan uangnya dari kilang minyak yang ia beli. Ia memiliki dua perusahaan, Corral Group dan Midroc Group yang memiliki karyawan sbanyak 40 ribu orang di Timteng dan Eropa.
3. Mohammed Al Amoudi
|
|
US$ 13,5 miliar.
Seperti kebanyakan orang kaya dari Arab, Al Amoudi mendapatkan kekayaannya dari industri konstruksi. Tapi tentu saja ketika bisnis kontrusinya baru dimulai, ia mendapatkan uangnya dari kilang minyak yang ia beli. Ia memiliki dua perusahaan, Corral Group dan Midroc Group yang memiliki karyawan sbanyak 40 ribu orang di Timteng dan Eropa.
2. Joseph Safra
|
|
US$ 15,9 miliar.
Pria berkewarganegaraan Brazil dan Libanon ini memiliki Safra Grup yang bergerak di sektor perbankan dan investasi. Keluarga Safra pindah dari Libanon ke Brazil pada 1952. Pada 1955, Josep membangun Banco Safra, salah satu bank terbesar di Brazil yang kini telah berekspansi ke Eropa dan AS. Joseph juga berinvestasi di kawasan real estate mewah di AS. Ia memiliki mall bernama 660 Madison Avenue.
2. Joseph Safra
|
|
US$ 15,9 miliar.
Pria berkewarganegaraan Brazil dan Libanon ini memiliki Safra Grup yang bergerak di sektor perbankan dan investasi. Keluarga Safra pindah dari Libanon ke Brazil pada 1952. Pada 1955, Josep membangun Banco Safra, salah satu bank terbesar di Brazil yang kini telah berekspansi ke Eropa dan AS. Joseph juga berinvestasi di kawasan real estate mewah di AS. Ia memiliki mall bernama 660 Madison Avenue.
1. Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud
|
|
US$ 20-30 miliar.
Pangeran Alwaleed memiliki Perusahaan Kingdom Holding Company yang memiliki saham di berbagai industri. Baru2 ini, perusahaan menghabiskan US$ 300 jutaΒ untuk membeli saham Twitter. Ketika Twitter IPO, sahamnya meningkat menjadi US$ 900 juta. Kingdom Holding Company juga memiliki banyak saham di AS dan juga merupakan investor asing terbesar di AS. Bisnisnya beragam dari hotel mewah, retail, dan bahkan penerbangan. Ia telah menjadi orang terkaya di dunia slama 10 tahun berturut-turut.
1. Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud
|
|
US$ 20-30 miliar.
Pangeran Alwaleed memiliki Perusahaan Kingdom Holding Company yang memiliki saham di berbagai industri. Baru2 ini, perusahaan menghabiskan US$ 300 jutaΒ untuk membeli saham Twitter. Ketika Twitter IPO, sahamnya meningkat menjadi US$ 900 juta. Kingdom Holding Company juga memiliki banyak saham di AS dan juga merupakan investor asing terbesar di AS. Bisnisnya beragam dari hotel mewah, retail, dan bahkan penerbangan. Ia telah menjadi orang terkaya di dunia slama 10 tahun berturut-turut.
Halaman 2 dari 12











































