Memang perlu modal kuat untuk mengikuti pemilu, namun belum tentu juga tokoh yang tidak punya uang banyak bakalan kalah.
Penggunaan jet dan pesawat pribadi oleh sejumlah partai politik dan capres serta cawapres, mewarnai pemilu tahun ini. Meski begitu, bisnis sewa pesawat pada pemilu kali ini tidak segencar pemilu 2009 lalu.
Pada daftar Forbes yang dikutip detikFinance, Rabu (26/3/2014), setidaknya ada 3 orang politisi petinggi partai yang pernah dan masih berada dalam jajaran orang terkaya Indonesia.
Mau tahu siapa saja politisi yang masuk dan pernah bercokol di jajaran orang terkaya Indonesia? Berikut daftarnya.
|
|
Hashim Djojohadikusumo
|
|
Hashim disebut menjalani usaha melalui aArsari Group yang bergerak di bidang, kertas, sawit, pertambangan, dan logistik. Pada Juni tahun lalu, Hashim ditunjuk menjadi pengawas Kebun Binatang Ragunan. Sekarang Hashim tengah sibuk membantu kakaknya yaitu Prabowo yang maju menjadi calon presiden Partai Gerindra.
Hashim Djojohadikusumo
|
|
Hashim disebut menjalani usaha melalui aArsari Group yang bergerak di bidang, kertas, sawit, pertambangan, dan logistik. Pada Juni tahun lalu, Hashim ditunjuk menjadi pengawas Kebun Binatang Ragunan. Sekarang Hashim tengah sibuk membantu kakaknya yaitu Prabowo yang maju menjadi calon presiden Partai Gerindra.
Aburizal Bakrie
|
|
Kekayaan Aburizal dalam setahun terus bertambah berkat salah satu anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di industri tambang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di 2007, saham BUMI terus menanjak naik dari tahun 2004 sekitar Rp 300 per lembar menjadi Rp 5.900 per saham.
Kinerja kelompok usahanya ini membuat Aburizal dinobatkan jadi orang terkaya nomor 1 versi majalah Forbes Asia 2007. Aburizal ditaksir memiliki kekayaan US$ 5,4 miliar atau Rp 50,22 triliun (kurs Rp 9.300).
Setelah terjadi krisis ekonomi di 2008, hampir seluruh kinerja korporasi di seluruh dunia melambat. Termasuk perusahaan-perusahaan milik Ketua Umum dan calon presiden Partai Golkar tersebut.
Alhasil, pada 2008, gelar sebagai orang terkaya Indonesia tidak lagi disandang Aburizal. Forbes mencatat kekayaan pria yang memiliki kerajaan bisnis Grup Bakrie ini, berkurang banyak dibanding 2007. Peringkat Aburizal merosot dari nomor satu menjadi sembilan.
Kekayaan Bakrie menjadi hanya sebesar US$ 850 juta, turun drastis hingga 84% dari 2007 sebesar US$ 5,4 miliar. Kekayaannya ini juga jauh merosot dibanding 2006 yang sebesar US$ 1,2 miliar.
Akan tetapi, setahun setelah krisis ekonomi global, Aburizal berhasil naik peringkat orang terkaya Indonesia di 2009. Nilai kekayaan Aburizal meningkat tajam dibandingkan di 2008 yang hanya US$ 850 juta, dan ada di posisi ke-8. Pada 2009, Aburizal berada di posisi ke-4 dengan nilai kekayaan US$ 2,5 miliar.
Memasuki 2010, kelompok usaha Grup Bakrie mulai terlibat banyak masalah, mulai dari utang yang mulai menggunung sampai dengan repo saham alias gadai saham anak-anak usahanya. Kekayaan Aburizal pun kembali merosot menjadi hanya US$ 2,1 miliar dan terpaksa turun ke posisi 10.
Kekayaan Aburizal secara perlahan terus merosot, sampai 2011, posisi Ical pun terlempar ke nomor 30, dengan kekayaan 'hanya' US$ 890 juta. Jumlah itu berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayannya pada 2010.
Di 2012, kekayaan Ical dan keluarganya kembali merosot gara-gara menjaminkan aset demi cari utang, termasuk untuk BUMI. Sayangnya, utang-utang tersebut tidak bisa dibayar ditambah harga saham yang jadi jaminannya pun ikut anjlok. Akhirnya, Ical terpaksa lengser dari jajaran orang terkaya di Indonesia dua tahun berturut-turut sampai 2013 ini.
Aburizal Bakrie
|
|
Kekayaan Aburizal dalam setahun terus bertambah berkat salah satu anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di industri tambang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di 2007, saham BUMI terus menanjak naik dari tahun 2004 sekitar Rp 300 per lembar menjadi Rp 5.900 per saham.
Kinerja kelompok usahanya ini membuat Aburizal dinobatkan jadi orang terkaya nomor 1 versi majalah Forbes Asia 2007. Aburizal ditaksir memiliki kekayaan US$ 5,4 miliar atau Rp 50,22 triliun (kurs Rp 9.300).
Setelah terjadi krisis ekonomi di 2008, hampir seluruh kinerja korporasi di seluruh dunia melambat. Termasuk perusahaan-perusahaan milik Ketua Umum dan calon presiden Partai Golkar tersebut.
Alhasil, pada 2008, gelar sebagai orang terkaya Indonesia tidak lagi disandang Aburizal. Forbes mencatat kekayaan pria yang memiliki kerajaan bisnis Grup Bakrie ini, berkurang banyak dibanding 2007. Peringkat Aburizal merosot dari nomor satu menjadi sembilan.
Kekayaan Bakrie menjadi hanya sebesar US$ 850 juta, turun drastis hingga 84% dari 2007 sebesar US$ 5,4 miliar. Kekayaannya ini juga jauh merosot dibanding 2006 yang sebesar US$ 1,2 miliar.
Akan tetapi, setahun setelah krisis ekonomi global, Aburizal berhasil naik peringkat orang terkaya Indonesia di 2009. Nilai kekayaan Aburizal meningkat tajam dibandingkan di 2008 yang hanya US$ 850 juta, dan ada di posisi ke-8. Pada 2009, Aburizal berada di posisi ke-4 dengan nilai kekayaan US$ 2,5 miliar.
Memasuki 2010, kelompok usaha Grup Bakrie mulai terlibat banyak masalah, mulai dari utang yang mulai menggunung sampai dengan repo saham alias gadai saham anak-anak usahanya. Kekayaan Aburizal pun kembali merosot menjadi hanya US$ 2,1 miliar dan terpaksa turun ke posisi 10.
Kekayaan Aburizal secara perlahan terus merosot, sampai 2011, posisi Ical pun terlempar ke nomor 30, dengan kekayaan 'hanya' US$ 890 juta. Jumlah itu berarti turun hingga US$ 1,2 miliar sekitar Rp 10,8 triliun atau sekitar 57% dibandingkan kekayannya pada 2010.
Di 2012, kekayaan Ical dan keluarganya kembali merosot gara-gara menjaminkan aset demi cari utang, termasuk untuk BUMI. Sayangnya, utang-utang tersebut tidak bisa dibayar ditambah harga saham yang jadi jaminannya pun ikut anjlok. Akhirnya, Ical terpaksa lengser dari jajaran orang terkaya di Indonesia dua tahun berturut-turut sampai 2013 ini.
Hary Tanoesoedibjo
|
|
Menurut data Forbes, jumlah kekayaan Hary Tanoe di November 2013 mencapai US$ 1,35 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun. Hary Tanoe terkenal sebagai pengusaha media lewat perusahaannya bernama MNC.
Dalam pemilu kali ini, Hary Tanoe menjadi Cawapres dari Wiranto di Partai Hanura. Pengusaha ini pernah membeli konsesi tol milik Grup Bakrie senilai US$ 200 juta atau Rp 2 triliun.
Hary Tanoesoedibjo
|
|
Menurut data Forbes, jumlah kekayaan Hary Tanoe di November 2013 mencapai US$ 1,35 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun. Hary Tanoe terkenal sebagai pengusaha media lewat perusahaannya bernama MNC.
Dalam pemilu kali ini, Hary Tanoe menjadi Cawapres dari Wiranto di Partai Hanura. Pengusaha ini pernah membeli konsesi tol milik Grup Bakrie senilai US$ 200 juta atau Rp 2 triliun.
Halaman 2 dari 8











































