Ini Dia Wajah-wajah Pengusaha Terkaya di Asia (1)

Ini Dia Wajah-wajah Pengusaha Terkaya di Asia (1)

- detikFinance
Senin, 05 Mei 2014 10:48 WIB
Ini Dia Wajah-wajah Pengusaha Terkaya di Asia (1)
Foto: CNBC
Jakarta - Kekayaan para taipan atau pengusaha Asia terus meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Kekayaan ini diperoleh dari kemampuan menangkap potensi dan kelihaian dalam berbisnis.

Setidaknya per tanggal 31 Maret 2014, ada 10 pengusaha terkaya di Asia memiliki kekayaan mencapai US$ 169,8 miliar. Data yang diperoleh dari Wealth-X, menunjukkan total kekayaan 10 orang terkaya di Asia melonjak hingga 52% dari tahun 2013.

Kekayaan ini dinilai dari nilai saham pada perusahaan publik, swasta, rumah, hingga investasi pada seni, pesat hingga real estate.

Pada daftar orang terkaya tahun 2014, taipan asal Tiongkok masih mendominasi dengan total harga mencapai US$ 128,7 miliar. Di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi, jumlah orang kaya asal Tiongkok dan Hong Kong justru meningkat dari 4 orang menjadi 7 orang terkaya di Asia.

"Kenaikan ini didorong oleh kinerja yang sangat baik pada pasar keuangan. Seperti indeks S&P 500 naik hingga 30% dan Nikkei juga melonjak 50% dibandingkan tahun 2013," kata data Wealth-X seperti
dikutip CNBC.

Mau tahu wajah 10 orang terkaya di Asia. Berikut peringkat CNBC seperti dikutip, Senin (5/5/2014).


Foto: CNBC

10. Li Hejun

Li Hejun merupakan pemilik dan CEO dari perusahaan energi terbarukan raksasa asal Tiongkok, Hanergy Holding. Pria berusia 46 tahun tersebut, mulai tahun ini masuk ke dalamΒ  daftar 10 orang terkaya Asia. Total kekayaan Li mencapai US$ 10,6 miliar. Bisnis energi terbarukan yang dijalankan Lie beberapa tahun terakhir memperoleh hembusan positifΒ  dari deklarasi pengembangan produk energi ramah lingkungan di Beijing.

Li memiliki 99% saham di Hanergy. Hanergy perupakan produsenΒ  panel dan peralatan panel teknologi pembangkit surya terbesar di dunia.

Kekayaan Li didongkrak oleh pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar dari anak usaha Hanergy Holding yakni Hanergy Solar Group. Perusahaan ini terdaftar di bursa saham Hongkong dengan kapitalisasi pasar senilai 4,6 miliar dolar Hong Kong pada awal 2013 menjadi 30,6 miliar dolar Hong Kong pada April 2014.

Li lahir pada tahun 1967 di Provinsi Guangdong China. Ia juga memiliki perusahaan pembangkit listrik tenaga air raksasa di dunia. Lokasi pembangkit ini terletak di Provinsi China bagian barat.

10. Li Hejun

Li Hejun merupakan pemilik dan CEO dari perusahaan energi terbarukan raksasa asal Tiongkok, Hanergy Holding. Pria berusia 46 tahun tersebut, mulai tahun ini masuk ke dalamΒ  daftar 10 orang terkaya Asia. Total kekayaan Li mencapai US$ 10,6 miliar. Bisnis energi terbarukan yang dijalankan Lie beberapa tahun terakhir memperoleh hembusan positifΒ  dari deklarasi pengembangan produk energi ramah lingkungan di Beijing.

Li memiliki 99% saham di Hanergy. Hanergy perupakan produsenΒ  panel dan peralatan panel teknologi pembangkit surya terbesar di dunia.

Kekayaan Li didongkrak oleh pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar dari anak usaha Hanergy Holding yakni Hanergy Solar Group. Perusahaan ini terdaftar di bursa saham Hongkong dengan kapitalisasi pasar senilai 4,6 miliar dolar Hong Kong pada awal 2013 menjadi 30,6 miliar dolar Hong Kong pada April 2014.

Li lahir pada tahun 1967 di Provinsi Guangdong China. Ia juga memiliki perusahaan pembangkit listrik tenaga air raksasa di dunia. Lokasi pembangkit ini terletak di Provinsi China bagian barat.

9. Charoen Sirivadhanabhakdi

Charon merupakan pemilik perusahaan minuman asal Thailand yakni Thai Beverage (ThaiBev). Posisi kekayaan pria berusia 69 tahun ini, turun dari 4 ke peringkat 9 pada tahun ini. Namun harta Charoen
justru meningkat hingga ke angka US$ 11,3 miliar pada tahun 2014 atau naik dari periode sebelumnya yang senilai US$ 10,7 miliar.

Charoen mendirikan perusahaan minuman beralkoholnya pada tahun 1995. Selanjutnya 5 tahun setelah mendirikan bisnis minuman, perusahaan milik Charoen langsung menguasai 60% pangsa pasar minuman di Thailand.

Nama merek ThaiBev baru diperkenalkan tahun 2003 dan selanjutnya masuk Bursa Saham Singapura pada tahun 2006. Saat penawaran saham perdana (IPO), harga saham per lembar yang dilepas ke pasar senilai 0,28 dolar Singapura namun kini harga sahamΒ  menjadi 0,60 dolar Singapura dengan kapitalisasi pasar sebesar 15,07 miliar dolar Singapura.

Perusahaan milik Charoen beberapa waktu lalu berhasil mengakuisisi perusahaan minuman ringan, pabrik susu, real estate dengan nilai US$ 11 miliar. Aksi korporasi itu, disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2013.

9. Charoen Sirivadhanabhakdi

Charon merupakan pemilik perusahaan minuman asal Thailand yakni Thai Beverage (ThaiBev). Posisi kekayaan pria berusia 69 tahun ini, turun dari 4 ke peringkat 9 pada tahun ini. Namun harta Charoen
justru meningkat hingga ke angka US$ 11,3 miliar pada tahun 2014 atau naik dari periode sebelumnya yang senilai US$ 10,7 miliar.

Charoen mendirikan perusahaan minuman beralkoholnya pada tahun 1995. Selanjutnya 5 tahun setelah mendirikan bisnis minuman, perusahaan milik Charoen langsung menguasai 60% pangsa pasar minuman di Thailand.

Nama merek ThaiBev baru diperkenalkan tahun 2003 dan selanjutnya masuk Bursa Saham Singapura pada tahun 2006. Saat penawaran saham perdana (IPO), harga saham per lembar yang dilepas ke pasar senilai 0,28 dolar Singapura namun kini harga sahamΒ  menjadi 0,60 dolar Singapura dengan kapitalisasi pasar sebesar 15,07 miliar dolar Singapura.

Perusahaan milik Charoen beberapa waktu lalu berhasil mengakuisisi perusahaan minuman ringan, pabrik susu, real estate dengan nilai US$ 11 miliar. Aksi korporasi itu, disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2013.

8. Ma Huateng

Pria berusia 42 ini merupakan salah satu pendiri dan CEO dari Tencent Holding. Ma memiliki kekayaan hingga US$ 13,2 miliar. Masuknya Ma ke dalam daftar orang terkaya bukanlah hal baru. Dia sering masuk ke dalam daftar peringkat orang terkaya dunia. Pada bulan Januari 2014, Ma menjelma menjadi orang terkaya asal Tiongkok.

Kekayaan Ma didorong oleh naiknya harga saham perusahaan aplikasi dan pesan internet miliknya yang terdaftar di bursa efek Hong Kong. Tencent memiliki konsumen sebanyak 1 miliar jiwa. Tencent saat ini menjadi perusahaan jasa penyedia internet yang bisa disejajarkan dengan Baidu, Alibaba dan Sina.

Perusahaan milik Ma memiliki produk internet ternama seperti QQ dan WeChat. QQ memiliki pengguna 818 juta orang dan WeChat dipakai oleh 236 juta pengguna.

Ma berencana memperluas bisnisnya ke Amerika Serikat. Pria asal Tiongkok ini berambisi memasuki pasar Amerika Serikat.

8. Ma Huateng

Pria berusia 42 ini merupakan salah satu pendiri dan CEO dari Tencent Holding. Ma memiliki kekayaan hingga US$ 13,2 miliar. Masuknya Ma ke dalam daftar orang terkaya bukanlah hal baru. Dia sering masuk ke dalam daftar peringkat orang terkaya dunia. Pada bulan Januari 2014, Ma menjelma menjadi orang terkaya asal Tiongkok.

Kekayaan Ma didorong oleh naiknya harga saham perusahaan aplikasi dan pesan internet miliknya yang terdaftar di bursa efek Hong Kong. Tencent memiliki konsumen sebanyak 1 miliar jiwa. Tencent saat ini menjadi perusahaan jasa penyedia internet yang bisa disejajarkan dengan Baidu, Alibaba dan Sina.

Perusahaan milik Ma memiliki produk internet ternama seperti QQ dan WeChat. QQ memiliki pengguna 818 juta orang dan WeChat dipakai oleh 236 juta pengguna.

Ma berencana memperluas bisnisnya ke Amerika Serikat. Pria asal Tiongkok ini berambisi memasuki pasar Amerika Serikat.

7. Dilip Shanghvi

Dilip merupakan pengusaha asal India yang memiliki kekayaan US$ 13,5 miliar. Dilip merupakan pendiri dan direktur operasi Sun Pharmaceutical Industries. Sun adalah produsen pembuat obat terbesar di India. Sun Pharmaceutical pada awal April lalu menjadi pusat pemberitaan media karena berhasil membeli perusahaan pesaingnya yakni Ranbaxy laboratories dari investor asal Jepang, Daiichi Sankyo.

Nilai akuisisi senilai US$ 3,2 miliar. Pasca akuisisi, Sun berganti wajah menjadi perusahaan farmasi terbesar nomor 5 di dunia. Total kapitalisasi pasar Sun mencapai US$ 21,1 miliar.

7. Dilip Shanghvi

Dilip merupakan pengusaha asal India yang memiliki kekayaan US$ 13,5 miliar. Dilip merupakan pendiri dan direktur operasi Sun Pharmaceutical Industries. Sun adalah produsen pembuat obat terbesar di India. Sun Pharmaceutical pada awal April lalu menjadi pusat pemberitaan media karena berhasil membeli perusahaan pesaingnya yakni Ranbaxy laboratories dari investor asal Jepang, Daiichi Sankyo.

Nilai akuisisi senilai US$ 3,2 miliar. Pasca akuisisi, Sun berganti wajah menjadi perusahaan farmasi terbesar nomor 5 di dunia. Total kapitalisasi pasar Sun mencapai US$ 21,1 miliar.

6. Robert Kuok

Pria berusia 90 tahun ini merupakan taipan asal Malaysia dengan total kekayaan US$ 15 miliar. Robert merupakan orang terkaya asal Malaysia atau nomer 2 di Asia Tenggara setelah pengusaha kaya asal Thailand, Dhanin Chearavanon (data Forbes tahun 2013). Kerajaan bisnis Robert dimulai dari bidang pertanian, perdagangan, keuangan, hingga properti. Ia juga memiliki perusahaan gula ternama, Sugar King. Perusahaan ini menguasai 5% pasar gula dunia. Robert juga sebagai pemilik bisnis hotel dunia yakni Shangri-La dan pemilik perusahaan koran berbahasa Inggris di Hongkong yakni South China Morning Post.

Di usia ke-90, bisnis Robert sebagian besar dijalankan oleh keluarga dan sedikit yang tercatat di bursa saham. Kekayaan Robert juga didongkrak olehΒ  pendapatan dari sektor kelapa sawit. Perusahaan sawit terbesar di dunia itu adalah, Wilmar International. Wilmar sendiri didirikan oleh keponakan Robert yakni Kuok Khoon Hong. Bersambung..

6. Robert Kuok

Pria berusia 90 tahun ini merupakan taipan asal Malaysia dengan total kekayaan US$ 15 miliar. Robert merupakan orang terkaya asal Malaysia atau nomer 2 di Asia Tenggara setelah pengusaha kaya asal Thailand, Dhanin Chearavanon (data Forbes tahun 2013). Kerajaan bisnis Robert dimulai dari bidang pertanian, perdagangan, keuangan, hingga properti. Ia juga memiliki perusahaan gula ternama, Sugar King. Perusahaan ini menguasai 5% pasar gula dunia. Robert juga sebagai pemilik bisnis hotel dunia yakni Shangri-La dan pemilik perusahaan koran berbahasa Inggris di Hongkong yakni South China Morning Post.

Di usia ke-90, bisnis Robert sebagian besar dijalankan oleh keluarga dan sedikit yang tercatat di bursa saham. Kekayaan Robert juga didongkrak olehΒ  pendapatan dari sektor kelapa sawit. Perusahaan sawit terbesar di dunia itu adalah, Wilmar International. Wilmar sendiri didirikan oleh keponakan Robert yakni Kuok Khoon Hong. Bersambung..
Halaman 2 dari 12
(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads